Turki dan Tohoku Jepang Bertukar Pelajaran Mitigasi Bencana
Delegasi Bulan Sabit Merah Turki mengunjungi Ishinomaki, Tohoku, untuk mempelajari pengalaman Jepang dalam menghadapi gempa dan tsunami. Pertukaran ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana di masa depan.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Turki dan Tohoku Jepang Bertukar Pelajaran Mitigasi Bencana

Belajar dari Pengalaman
Delegasi Bulan Sabit Merah Turki baru-baru ini mengunjungi Kota Ishinomaki, Prefektur Miyagi. Kawasan ini termasuk salah satu daerah Tohoku timur laut yang paling parah terdampak Gempa Besar Jepang Timur dan tsunami 2011.
Tujuannya jelas: saling belajar dari pengalaman dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.

Murat Sezer, pejabat Bulan Sabit Merah Turki, mengatakan terdapat kesamaan antara kasus bencana di negaranya dan di Jepang. Ia menekankan bahwa pihaknya kini berfokus pada pengurangan risiko bencana.
Menelusuri Dampak Tsunami
Sekolah Dasar Kadonowaki menjadi persinggahan pertama rombongan. Bekas sekolah ini dipertahankan sebagai memorial gempa dahsyat tersebut. Sebuah garis hitam yang masih terlihat di dinding menandai ketinggian tsunami yang mencapai lokasi itu pada hari kejadian.

Seorang pemandu setempat menjelaskan bahwa lantai pertama terendam air hampir dua meter. Setelah itu, kebakaran melanda dan membuat sebagian besar bangunan hangus. Meski kerusakannya parah, semua murid dan guru yang berada di sekolah saat bencana selamat.
Para guru dengan cepat memutuskan untuk mengungsi ke bukit di belakang sekolah, sebuah keputusan yang akhirnya menyelamatkan nyawa.
Delegasi itu menelusuri kembali jalur evakuasi yang sama sambil mendengar bagaimana selisih beberapa meter menentukan batas antara hidup dan mati.
Sezer mengatakan sulit mengungkapkan perasaannya saat memikirkan anak-anak itu, membayangkan air yang terus naik dan api yang terus menyebar.
Ia menyoroti kerja sama antara murid dan guru yang mendorong evakuasi cepat sebagai hal paling mengesankan, seraya menambahkan bahwa berbagi informasi membuat perbedaan besar di saat genting.
Menjaga Kenangan dan Berbagi Pelajaran
Delegasi kemudian mengunjungi ruang pameran di samping sekolah, yang menyimpan kenangan bencana dan mewariskan pelajaran yang telah dipetik.

Yang dipamerkan adalah barang-barang pribadi milik siswa dari Sekolah Dasar Okawa di Ishinomaki, yang tidak selamat dari tsunami.
Pameran ini juga menampilkan peta pencegahan bencana yang dibuat oleh anak-anak sekolah, menunjukkan area yang mereka anggap berisiko jika bencana terjadi di masa depan.
Sezer mengatakan yang paling berkesan baginya adalah bagaimana sejarah itu tetap hidup dan terasa dekat. Ia menambahkan bahwa mereka terus menjaganya hidup dan membagikannya kepada keluarga sebagai cara sistematis menyebarkan pengetahuan.
Belajar dari Pengalaman Bersama
Pemberhentian terakhir adalah sebuah sekolah menengah atas setempat. Di sana, delegasi menjelaskan respons Turki terhadap gempa bumi 2023, termasuk penyediaan layanan air, sanitasi, dan tempat penampungan.
Mereka juga menjelaskan proyek-proyek baru pengurangan risiko berbasis komunitas dan sekolah, serta latihan evakuasi berskala besar yang diadakan tahun lalu.

Para siswa juga membagikan upaya kesiapsiagaan mereka sendiri, seperti latihan darurat tahunan dan pekan pencegahan bencana, sambil memeriksa tas perlengkapan darurat mereka.

Seorang siswi SMA mengatakan bahwa menarik mempelajari jenis dukungan yang dibutuhkan di daerah dengan infrastruktur lemah.

Seorang siswa laki-laki menambahkan bahwa ia menyadari masih banyak orang di tempat lain yang menderita, sehingga saling mendukung menjadi hal penting.
Pelajaran yang Melampaui Batas Negara
Jepang dan Turki sama-sama menghadapi risiko tinggi terhadap gempa kuat, termasuk di kota-kota besar seperti Istanbul dan Tokyo, ibu kota Jepang.
Karena kedua kota ini sangat padat, potensi kerusakannya bisa sangat besar. Sezer menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana dan kerja sama internasional sebelum bencana terjadi adalah hal yang sangat penting.

Sezer menekankan pentingnya pendidikan bagi generasi muda.
Menurutnya, generasi muda saat ini akan menjadi orang dewasa di masa depan, memiliki pekerjaan, dan membangun keluarga sendiri.
Jika pengetahuan ini dibawa ke masa depan, kita akan menyaksikan perubahan nyata.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.



