Japanese Walking: Rutinitas Jalan Kaki Jepang yang Mendunia
Metode Japanese Walking, yang memadukan jalan cepat dan lambat dalam interval, kini menjadi tren global di media sosial. Praktisi dan influencer dari berbagai usia memuji manfaat kesehatannya, sementara The New York Times menyoroti sebagai salah satu kiat kebugaran utama 2026.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Japanese Walking: Rutinitas Jalan Kaki Jepang yang Mendunia

Latihan Jalan Kaki Interval
Metode Japanese Walking memadukan jalan cepat dan lambat dalam interval tiga menit. Pertama, lakukan jalan cepat dengan langkah lebar, lalu berjalan perlahan selama tiga menit dengan kecepatan yang memungkinkan Anda tetap mengobrol.
Penciptanya menyarankan untuk mengulang siklus ini minimal lima kali, dan melakukannya setidaknya empat kali seminggu. Metode ini juga dikenal sebagai latihan jalan kaki interval, atau IWT.
Warga Australia Picu Tren Viral
Pelatih kebugaran asal Australia, Eugene Teo, memberi nama Japanese Walking pada metode ini saat mengunggah video yang memperkenalkan rutinitas tersebut pada Mei lalu.
Meski videonya hanya berdurasi 39 detik, unggahan itu telah ditonton hampir 55 juta kali dan terus bertambah di berbagai platform media sosial.

Teo mengatakan ia selalu bertanya pada diri sendiri apakah konten yang ingin dibuatnya sesuatu yang bisa dilakukan oleh ibunya.
Ia menjelaskan, 'Mereka adalah orang-orang dengan risiko cedera dan masalah kesehatan tertinggi, yang tidak memiliki keahlian, pengetahuan, atau alat untuk meningkatkan kondisi kesehatan Mereka.'

Ia tengah mencari metode olahraga yang cocok untuk semua usia saat menemukan laporan tentang jalan interval dari para peneliti Jepang. Ia merasa ini tepat seperti yang ia butuhkan.
Lebih Efektif dari 10.000 Langkah
Dalam video yang kini viral, Teo memperkenalkan metode 'Japanese Walking' dengan menjelaskan: Anda mungkin pernah mendengar bahwa disarankan berjalan 10.000 langkah sehari. Namun pada 2007, peneliti Jepang menemukan teknik berjalan yang memberikan manfaat 10 kali lipat hanya dalam 30 menit.
Teo menambahkan: Ini sangat masuk akal dari perspektif mekanistik kardiometabolik. Menarik melihat penelitian yang mendukungnya, terkait protokol yang bisa langsung dicoba, dan saya sangat menyukai betapa mudahnya metode Ini diakses.
Sebagai penghormatan kepada para peneliti Jepang, ia menamai metode itu 'Japanese Walking'.
Teo menilai bahwa pemilihan nama itulah yang membuat videonya viral.
Ia mengatakan: Saya merasa orang-orang, hingga tingkat tertentu, memahami bahwa orang Jepang memiliki cara yang sangat spesifik dan unik dalam melakukan sesuatu. Pendekatan ini menyeluruh dan sangat memperhatikan detail.

Dipuji karena sederhana, praktis, dan tidak membutuhkan gym, metode ini langsung menarik perhatian. Banyak orang mulai mengunggah video saat mereka mencoba 'Japanese Walking'.
Media global seperti Fortune, Time, The New York Times, dan The Washington Post juga memberitakan tren kebugaran yang tengah berkembang ini.
Upaya Ahli Jepang Terus Berlanjut
Pencipta 'Japanese Walking' adalah Nose Hiroshi, seorang profesor khusus di Universitas Shinshu di Kota Matsumoto, Prefektur Nagano. Ia meneliti metode ini sebagai cara bagi lansia untuk menjaga kekuatan fisik mereka.
Ia menekankan pentingnya berjalan cepat selama 60 menit per minggu untuk memperkuat otot dan meningkatkan daya tahan. Tim penelitiannya juga menemukan latihan ini efektif untuk meningkatkan daya ingat.

Profesor Masuki Shizue, rekan peneliti Nose, melakukan studi mengenai latihan ini dan menyatakan bahwa latihan tersebut dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko stroke, serta melawan depresi. Ia juga menemukan latihan ini efektif untuk meningkatkan atau menjaga kepadatan tulang.
Tim Masuki telah mengembangkan sistem daring yang memungkinkan orang melihat bagaimana rutinitas latihan ini dapat meningkatkan kesehatan mereka. Dengan memasukkan informasi seperti usia, berat badan, tekanan darah, dan durasi latihan, orang dapat melihat bagaimana tubuh mereka akan bertransformasi.
Seiring penelitian dan inovasi terus berlanjut di Jepang, tren 'Japanese Walking' yang semakin populer kini mulai mengubah gaya hidup masyarakat di seluruh dunia.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.


