Jepang Perketat Aturan Konversi SIM bagi Warga Negara Asing
Mulai 1 Oktober, Jepang memperketat syarat konversi surat izin mengemudi asing dengan menghapus kelayakan bagi wisatawan dan pengunjung jangka pendek. Langkah ini diambil setelah aturan sebelumnya dikritik terlalu longgar dengan tingkat kelulusan ujian tertulis mencapai 93 persen.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Jepang Perketat Aturan Konversi SIM bagi Warga Negara Asing

Agar dapat mengemudi secara legal di jalan umum Jepang, salah satu syarat berikut harus dipenuhi. Pengemudi wajib: (1) Memiliki SIM Internasional (International Driving Permit) yang valid; (2) Memiliki SIM dari Swiss, Jerman, Prancis, Belgia, Monako, atau Taiwan yang disertai terjemahan resmi bahasa Jepang; (3) Mengikuti ujian tulis dan praktik di Jepang untuk mendapatkan SIM lokal; atau (4) Mengonversi SIM asing menjadi SIM Jepang.
SIM Internasional dapat diterbitkan di sekitar 100 negara dan wilayah. Namun, izin ini tidak tersedia di Tiongkok, Vietnam, dan beberapa negara lainnya. Warga dari negara-negara tersebut perlu mengonversi SIM mereka ke SIM Jepang atau mengikuti ujian di Jepang.

Aturan konversi SIM sebelumnya sempat dikritik karena dianggap terlalu longgar. Pemohon hanya perlu menjawab 10 pertanyaan tertulis berupa ilustrasi 'benar atau salah' untuk menguji pemahaman aturan lalu lintas Jepang. Dengan syarat minimal 7 jawaban benar untuk lulus, tingkat kelulusan pada tahun 2024 mencapai sekitar 93 persen.
Paspor dianggap cukup sebagai bukti identitas, sementara sertifikat dari hotel atau akomodasi jangka pendek lainnya digunakan untuk mengonfirmasi alamat tinggal.
Aturan Baru Konversi SIM Luar Negeri
Ujian tertulis kini diperluas menjadi 50 pertanyaan, dengan ambang kelulusan minimal 45 jawaban benar.
Ujian praktik pun kini lebih menuntut. Penguji akan memastikan pengemudi memprioritaskan pejalan kaki di penyeberangan serta mematuhi seluruh aturan di perlintasan kereta api.
Mengenai kelengkapan dokumen, surat keterangan dari hotel kini tidak lagi diterima. Pemohon diwajibkan menyertakan salinan sertifikat domisili di Jepang.

Perubahan aturan ini diberlakukan menyusul berbagai keluhan mengenai penyalahgunaan sistem tersebut.
Salah satu kekhawatiran utama adalah celah bagi turis asing yang tidak memiliki sertifikat domisili tetap untuk mendaftar. Penggunaan alamat sementara dianggap menyulitkan penegakan hukum jika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Sejumlah pihak juga memperingatkan bahwa standar ujian sebelumnya terlalu longgar untuk memastikan pemahaman utuh terhadap aturan lalu lintas setempat. Rentetan kecelakaan serius yang melibatkan pengemudi asing pemegang SIM konversi pun memperkuat desakan untuk merevisi sistem ini.
Dukungan Bahasa Asing
Opsi lain untuk mendapatkan SIM Jepang adalah dengan menempuh ujian praktik dan tulis secara langsung di Jepang. Beberapa prefektur bahkan menyediakan ujian dalam 20 bahasa asing.

Sebuah sekolah mengemudi di Prefektur Kagawa mulai membuka kelas berbahasa Inggris pada 2019 guna merespons lonjakan permintaan dari warga asing di wilayah tersebut.

Sekolah ini menyediakan buku teks dalam lima bahasa, termasuk Vietnam dan Mandarin. Menurut salah seorang staf, aturan lalu lintas Jepang yang unik sering kali menjadi tantangan tersulit bagi warga asing. Pihak sekolah berkomitmen terus mendukung mereka demi menekan angka kecelakaan di kawasan tersebut.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

