Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Jepang Bakal Perketat Aturan Konversi SIM Luar Negeri Buntut Kecelakaan

Badan Kepolisian Nasional Jepang mulai mengevaluasi prosedur konversi SIM bagi warga asing setelah terjadinya serangkaian kecelakaan lalu lintas yang menonjol. Langkah ini diambil untuk memperketat standar keselamatan dengan mempelajari kebijakan serupa di negara lain.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi kartu Surat Izin Mengemudi atau SIM Jepang.

Visual Utama

Jepang Bakal Perketat Aturan Konversi SIM Luar Negeri Buntut Kecelakaan

Tutup
Ilustrasi kartu Surat Izin Mengemudi atau SIM Jepang.

Salah satu kasus melibatkan mobil yang melaju berlawanan arah di jalan tol Jepang bagian tengah sejauh lebih dari 10 kilometer, hingga memicu tabrakan beruntun.

Insiden lainnya melibatkan empat siswa sekolah dasar yang tertabrak mobil di sebuah jalan dekat Tokyo.

Para pengemudi tersangka dalam kedua kasus tersebut memegang SIM hasil konversi dari negara asal ke SIM Jepang.

Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan apakah sistem konversi SIM saat ini masih memadai atau memerlukan reformasi. Badan Kepolisian Nasional sedang meninjau langkah pengetatan aturan dengan mempelajari cara negara lain memfasilitasi pengemudi asing dalam mengonversi SIM mereka.

Pertama, mari kita pelajari bagaimana pemegang SIM luar negeri saat ini dapat memenuhi syarat untuk mengemudi di Jepang.

Pilihan bagi Pemegang SIM Luar Negeri

Untuk mengoperasikan kendaraan secara legal di jalan umum Jepang, salah satu syarat berikut harus dipenuhi:

-- 1) Memiliki Izin Mengemudi Internasional yang berlaku. -- 2) Memiliki SIM dari negara tertentu, seperti Swiss, Jerman, dan Prancis, disertai terjemahan resmi bahasa Jepang. -- 3) Mengonversi SIM luar negeri ke SIM Jepang. -- 4) Lulus ujian tulis dan praktik untuk mendapatkan SIM Jepang.

Konversi SIM asing terus meningkat. Pada tahun 2023, jumlahnya mencapai 60.010, naik hampir dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir.

Jepang Bakal Perketat Aturan Konversi SIM Luar Negeri Buntut Kecelakaan - visual artikel

Cara Mengonversi SIM Luar Negeri

Selain menempuh sekolah mengemudi dan ujian SIM di Jepang, mengonversi SIM luar negeri merupakan salah satu jalur yang bisa diambil.

Sistem ini diperkenalkan pada 1933, awalnya ditujukan bagi warga negara Jepang yang telah memiliki SIM luar negeri sebelum pulang ke tanah air.

Dalam proses konversi, dokumen persyaratan seperti SIM luar negeri, paspor, dan salinan kartu domisili wajib diserahkan.

Uji pengetahuan dan keterampilan tetap diwajibkan bagi pemohon, kecuali mereka yang memegang SIM dari 29 negara dan wilayah tertentu.

Tes pengetahuan terdiri dari 10 pertanyaan benar-salah. Keterampilan praktis juga dinilai melalui ujian praktik mengemudi.

Menurut Badan Kepolisian Nasional, rata-rata tingkat kelulusan tes pengetahuan pada 2023 mencapai sekitar 90 persen, sementara tingkat kelulusan tes praktik adalah 29 persen.

Itulah fakta-fakta dasarnya, namun celah teknis dalam sistem tersebut kini memicu desakan kuat untuk reformasi.

Kunjungan Lapangan Picu Desakan Peninjauan Ulang

Onodera Itsunori, Ketua Dewan Riset Kebijakan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, mengunjungi Pusat SIM di Tokyo pada Rabu guna meninjau prosedur konversi lisensi asing.

Onodera Itsunori mengunjungi pusat lisensi Tokyo pada 21 Mei.
Onodera Itsunori mengunjungi pusat lisensi Tokyo pada 21 Mei.

Onodera menjelaskan bahwa sistem ini awalnya dirancang untuk memudahkan warga Jepang di luar negeri yang pulang sementara untuk menukar lisensi mereka. Namun, ia menambahkan bahwa lonjakan pemohon dari mancanegara telah menimbulkan masalah yang tidak terduga.

Konvensi Jenewa

Sekitar 100 negara dan wilayah menerbitkan Izin Mengemudi Internasional sesuai Konvensi Jenewa tentang Lalu Lintas Jalan. Warga dari wilayah yang tidak meratifikasinya, seperti Tiongkok dan Vietnam, tidak bisa memperoleh izin tersebut.

Pengunjung jangka pendek dari negara-negara tersebut, termasuk pemegang visa turis, sebenarnya tetap bisa mendapatkan SIM Jepang dengan mendaftarkan alamat hotel mereka.

Onodera mengakui kondisi tersebut dan menambahkan bahwa kemudahan ujian tertulis yang hanya terdiri dari 10 soal turut menjadi persoalan.

Ia menyatakan akan menyelidiki keterkaitan sistem ini dengan rentetan kecelakaan baru-baru ini, sembari mendesak pemerintah untuk meninjau kembali operasionalnya.

Sertifikat Domisili Jadi Fokus Perbaikan

Badan Kepolisian Nasional mengisyaratkan arah perombakan sistem, seperti mewajibkan lampiran sertifikat domisili sebagai syarat dasar serta menambah jumlah soal dalam ujian teori.

Sebagai respons, komite khusus LDP menyerukan peninjauan segera terhadap operasional sistem tersebut.

Catatan: Berita ini telah diperbarui demi kejelasan.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.