Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Belut Hasil Budidaya Penuh Segera Dijual di Jepang untuk Pertama Kalinya

Konsumen di Jepang akan dapat membeli belut yang dibudidayakan sepenuhnya dari telur melalui teknologi baru, sebuah terobosan untuk melindungi populasi belut liar yang terancam punah.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi hidangan belut panggang khas Jepang atau unagi yang kini mulai diproduksi melalui metode budidaya penuh.

Visual Utama

Belut Hasil Budidaya Penuh Segera Dijual di Jepang untuk Pertama Kalinya

Tutup
Ilustrasi hidangan belut panggang khas Jepang atau unagi yang kini mulai diproduksi melalui metode budidaya penuh.

Kementerian Perikanan Jepang mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya, konsumen akan dapat membeli belut Jepang yang dibudidayakan sepenuhnya dari telur. Produk ini dikembangkan menggunakan teknologi dari lembaga penelitian pemerintah.

Kementerian menyatakan pada Selasa bahwa sebuah perusahaan budidaya belut di Prefektur Oita, Jepang bagian barat, akan mulai menjual belut hasil siklus budidaya penuh tersebut dalam tahap uji coba.

Hampir seluruh belut yang dijual di Jepang saat ini dibesarkan dari benih belut yang ditangkap langsung di alam. Namun, berkurangnya jumlah tangkapan benih belut dalam beberapa tahun terakhir telah memicu kenaikan harga yang signifikan.

Selain itu, perlindungan sumber daya alam menjadi sangat krusial karena sejumlah peneliti internasional telah mengategorikan belut Jepang sebagai spesies yang terancam punah.

Badan Perikanan Jepang telah mengembangkan metode budidaya siklus hidup penuh, yaitu proses membesarkan belut dari telur hingga dewasa, lalu menginkubasi telurnya secara buatan.

Perusahaan budidaya belut terkait telah mengerjakan teknologi ini di bawah bimbingan Japan Fisheries Research and Education Agency selama empat tahun terakhir.

Mulai 29 Mei, perusahaan akan mulai menjual belut panggang beku dalam jumlah terbatas melalui situs belanja daring milik jaringan supermarket besar dan saluran distribusi lainnya.

Pihak kementerian menyatakan bahwa penggunaan jenis tangki air baru serta berbagai upaya teknis lainnya telah berhasil menekan biaya produksi satu ekor benih belut budidaya hingga sekitar tiga sampai empat kali lipat dari harga benih tangkapan alam.

Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Suzuki Norikazu mengungkapkan bahwa keberlanjutan sumber daya akan menjadi semakin penting di tengah perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mendukung upaya penyediaan belut hasil budidaya penuh bagi konsumen di dalam maupun luar Jepang.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-05-19T12:00:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

belut jepangbudidaya belutperikanan jepangteknologi panganunagikeberlanjutan

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.