Inflasi Konsumen Tokyo Melambat Jadi 1,8 Persen pada Februari
Kenaikan harga konsumen di Tokyo melambat pada Februari berkat subsidi energi pemerintah, menandai pertama kalinya inflasi turun di bawah 2 persen sejak Oktober 2024.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Menurut angka awal dari Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk 23 distrik di ibu kota naik 1,8 persen dibandingkan setahun lalu. Laju tersebut lebih lambat 0,2 poin persentase dibanding Januari.
Penurunan ini menandai pertama kalinya tingkat inflasi di Tokyo jatuh di bawah ambang 2 persen sejak Oktober 2024. Subsidi pemerintah untuk biaya gas dan listrik membantu menekan biaya energi bagi masyarakat.
Angka ini tidak menyertakan harga pangan segar yang fluktuatif. Namun, harga pangan secara umum (tidak termasuk bahan yang mudah rusak) naik 5,5 persen dari setahun sebelumnya dan turut mendorong kenaikan IHK secara keseluruhan.
Beberapa komoditas mengalami lonjakan harga yang signifikan, seperti biji kopi yang naik 64 persen dan cokelat yang naik 26,1 persen. Sementara itu, harga beras masih tercatat naik 18,2 persen meskipun lajunya mulai melambat, dan harga onigiri (bola nasi) naik 13,3 persen.
Tingkat inflasi Tokyo dipandang sebagai indikator awal bagi tren nasional di Jepang. Data IHK nasional untuk bulan Februari dijadwalkan akan dirilis secara resmi pada 24 Maret mendatang.
Versi Berita.Jepang.org: Sabtu, 18 April 2026 pukul 03.24 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-27T02:32:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.