Harga Beras Dorong Inflasi Jepang Tembus 3 Persen pada 2025
Inflasi harga konsumen Jepang pada 2025 mencapai 3,1 persen, terutama didorong lonjakan harga beras yang mencatat kenaikan rekor. Kementerian Dalam Negeri juga melaporkan CPI Desember naik 2,4 persen dari setahun sebelumnya.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Inflasi harga konsumen Jepang pada 2025 naik 3,1 persen dari setahun sebelumnya. Indikator yang tidak memasukkan makanan segar itu naik 0,6 poin persentase dari tahun sebelumnya, sehingga CPI telah melampaui 2 persen selama empat tahun berturut-turut.
Terakhir kali angkanya menembus 3 persen adalah pada 2023.
Harga beras naik 67,5 persen, kenaikan terbesar sejak catatan pembanding yang tersedia dimulai pada 1971. Sorotan lain adalah harga biji kopi yang melonjak hampir 40 persen, disusul cokelat sekitar 36 persen.
Harga onigiri naik hampir 16 persen, sushi di restoran 6,4 persen, dan daging babi domestik 5,3 persen. Kementerian juga merilis CPI untuk Desember, yang naik 2,4 persen dari setahun sebelumnya.
Laju ini melambat dari 3 persen pada November. Harga beras naik 34,4 persen pada Desember, menunjukkan lonjakan biaya agak melambat, tetapi bahan pokok itu masih tetap mahal.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-23T06:59:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
