Inflasi Jepang Melambat ke 2 Persen pada Januari
Kenaikan harga konsumen di Jepang melambat menjadi 2 persen pada Januari seiring penurunan biaya energi, meski harga pangan dan sewa apartemen di Tokyo tetap tinggi.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang melaporkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) naik 2 persen dibandingkan Januari tahun lalu, tidak termasuk harga makanan segar. Ini adalah pertama kalinya dalam dua tahun indeks tersebut kembali ke level tersebut, setelah turun 0,4 poin persentase dari bulan sebelumnya.
Penurunan ini terutama disebabkan oleh penghapusan pajak bensin sementara yang membuat harga bahan bakar turun hampir 15 persen. Selain itu, tagihan listrik dan gas kota juga tercatat mengalami penurunan.
Di sisi lain, harga makanan (tidak termasuk bahan pangan segar) melonjak 6,2 persen. Meskipun tren kenaikan harga pangan telah melambat selama enam bulan terakhir, tingkat harganya masih tetap tinggi bagi konsumen.
Lonjakan tajam terlihat pada beberapa komoditas, seperti harga biji kopi yang naik sekitar 50 persen, beras naik hampir 28 persen, dan cokelat melonjak sekitar 26 persen.
Selain itu, biaya sewa rumah pribadi naik 0,7 persen, yang merupakan lonjakan terbesar dalam hampir tiga dekade. Kementerian menyatakan bahwa meroketnya harga sewa apartemen di pusat kota Tokyo menjadi pendorong utama tren kenaikan tersebut.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-20T08:14:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.