Ekspor Beras Jepang Capai Rekor Baru pada 2025, Laju Pertumbuhan Melambat
Ekspor beras Jepang mencapai rekor tertinggi selama lima tahun berturut-turut pada 2025, meski pertumbuhannya melambat akibat kenaikan harga di pasar domestik.
Arsip Visual
Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip
Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.
Ekspor beras Jepang mencetak rekor baru pada tahun 2025. Namun, laju pertumbuhannya melambat karena tingginya harga beras produksi dalam negeri mendorong para produsen untuk lebih memprioritaskan pengiriman ke pasar domestik.
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menyatakan bahwa negara tersebut mengekspor lebih dari 48.000 ton beras tahun lalu, termasuk produk beras siap saji dalam kemasan. Capaian ini menandai rekor ekspor selama lima tahun berturut-turut sejak 2020, ketika statistik pembanding mulai tersedia.
Meskipun mencapai rekor, laju pertumbuhan tahunan melambat menjadi 3,7 persen, turun tajam dari pertumbuhan di atas 20 persen pada tiap tahun dalam periode tiga tahun sebelumnya hingga 2024. Menurut kementerian, hal ini terjadi karena banyak petani mengalihkan pengiriman dari luar negeri ke pasar domestik seiring naiknya harga beras di dalam negeri.
Pemerintah Jepang menargetkan perluasan ekspor beras hingga 350.000 ton per tahun pada 2030, atau meningkat lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan angka ekspor tahun lalu.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-10T02:55:03.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Versi arsip ditemukan.
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
