Ekspor Pertanian dan Pangan Jepang Cetak Rekor, Belum Penuhi Target Pemerintah
Nilai ekspor produk pertanian dan pangan Jepang mencapai rekor tertinggi selama 13 tahun berturut-turut pada 2025, meski totalnya masih di bawah target pemerintah sebesar 2 triliun yen.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Jepang menyatakan pada Selasa bahwa nilai ekspor kedua sektor tersebut mencapai sedikit di atas 1,7 triliun yen (sekitar 10,9 miliar dolar AS) pada tahun lalu. Kenaikan sebesar 12,8 persen ini didorong oleh makin populernya kuliner Jepang di luar negeri, meski totalnya belum mencapai target pemerintah sebesar 2 triliun yen.
Teh hijau mencatatkan kenaikan nilai terbesar dengan nilai ekspor yang hampir berlipat ganda menjadi 72 miliar yen (lebih dari 460 juta dolar AS). Permintaan terhadap teh hijau matcha terpantau sangat kuat di Eropa, Amerika Serikat, dan wilayah Asia lainnya.
Pengiriman scallop melonjak 30 persen, dengan pasar utama mencakup Vietnam dan Taiwan. Secara keseluruhan, ekspor ke Amerika Serikat yang merupakan pasar terbesar Jepang tumbuh 13,7 persen.
Pengiriman gabungan ke lima pasar utama—Hong Kong, Taiwan, Tiongkok, dan Korea Selatan—menyumbang 57 persen dari seluruh ekspor pangan dan pertanian Jepang. Kini, para eksportir menghadapi tantangan untuk mendiversifikasi saluran penjualan guna terus meningkatkan volume pengiriman.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-03T04:48:39.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.