Pemenang Nobel Jepang Desak Dukungan Jangka Panjang untuk Riset Dasar
Dua peraih Hadiah Nobel asal Jepang menyerukan pentingnya dukungan dana berkelanjutan bagi penelitian dasar dan sistem yang mendukung fokus para peneliti muda.
Peta Kata Kunci
Kumpulan warta Berita.Jepang.org yang mengandung kata kunci ini, disusun dari artikel terbaru ke arsip yang masih relevan.
Arsip Kata Kunci

NHK
Visual tidak tersedia
Persetujuan bersyarat terhadap dua produk turunan sel iPS membuka jalan bagi pemanfaatan praktis pertama di dunia untuk teknologi ini. Feature ini menelaah apa itu sel iPS, langkah berikutnya, dan harapan pasien yang menggantungkan masa depan padanya.
Kelompok sipil Jepang menggelar acara di Tokyo untuk menandai lima tahun sejak Perjanjian Larangan Senjata Nuklir mulai berlaku pada 22 Januari 2021. Acara itu mempertemukan para penyintas bom atom dan anak muda yang mendukung penghapusan senjata nuklir.

NHK
Visual tidak tersedia
Aris, putra Aung San Suu Kyi, kembali ke Jepang setelah hampir 40 tahun dan menekankan pentingnya pembebasan ibunya yang masih ditahan militer Myanmar. Ia mengenang masa kecilnya di Kyoto dan berharap situasi akan membaik sehingga bisa kembali dengan damai.

NHK
Visual tidak tersedia
Di tengah perayaan atas kemenangan dua ilmuwan Jepang peraih Hadiah Nobel pada bulan Oktober, kekhawatiran terhadap masa depan penelitian ilmiah di negara itu justru menguat.

NHK
Visual tidak tersedia
Ilmuwan Universitas Osaka Sakaguchi Shimon dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran atas penemuan mekanisme kendali sistem imun tubuh. Sakaguchi berbagi penghargaan ini bersama dua peneliti asal Amerika Serikat setelah puluhan tahun mendedikasikan diri dalam riset imunologi.

NHK
Visual tidak tersedia
Ketua Komite Nobel Norwegia Joergen Frydnes memberikan penghormatan kepada korban di Hiroshima dan Nagasaki menjelang peringatan 80 tahun penjatuhan bom atom. Kunjungan ini dilakukan setelah organisasi penyintas Nihon Hidankyo dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2024.

NHK
Visual tidak tersedia
Penulis pemenang Nobel Kazuo Ishiguro menghadiri pemutaran perdana film adaptasi novel debutnya yang mengeksplorasi memori masa kecil dan trauma bom atom Nagasaki. Dibintangi Hirose Suzu, karya ini menjadi jembatan emosional antara masa lalu yang rapuh dan kekuatan seni masa kini.