Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Pionir Imunologi Jepang Sakaguchi Shimon Raih Hadiah Nobel Kedokteran

Ilmuwan Universitas Osaka Sakaguchi Shimon dianugerahi Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran atas penemuan mekanisme kendali sistem imun tubuh. Sakaguchi berbagi penghargaan ini bersama dua peneliti asal Amerika Serikat setelah puluhan tahun mendedikasikan diri dalam riset imunologi.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Potret Sakaguchi Shimon, ilmuwan Jepang peraih Hadiah Nobel Kedokteran.

Visual Utama

Pionir Imunologi Jepang Sakaguchi Shimon Raih Hadiah Nobel Kedokteran

Tutup
Potret Sakaguchi Shimon, ilmuwan Jepang peraih Hadiah Nobel Kedokteran.

Saya sangat bahagia, ujar Sakaguchi (74), yang menerima penghargaan tersebut bersama Mary E. Brunkow dan Fred Ramsdell dari Amerika Serikat. Saya merasa sangat terhormat dan ingin berterima kasih kepada para mahasiswa, kolaborator, serta semua pihak yang telah bekerja sama selama bertahun-tahun.

Majelis Nobel mengumumkan pemenang Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun ini pada Senin di Stockholm.
Majelis Nobel mengumumkan pemenang Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun ini pada Senin di Stockholm.

Kendali Sistem Imun

Sakaguchi merupakan profesor penunjukan khusus di Immunology Frontier Research Center Universitas Osaka.

Majelis Nobel menganugerahinya penghargaan atas penemuan sel T regulator atau Treg, yang berfungsi menekan reaksi terhadap antigen diri serta alergi yang merusak jaringan tubuh. Sederhananya, sel-sel ini bertindak layaknya rem pada sistem imun.

Pionir Imunologi Jepang Sakaguchi Shimon Raih Hadiah Nobel Kedokteran - visual artikel

Sakaguchi menunjukkan bahwa pengurangan jumlah sel T regulator atau penekanan fungsinya dapat meningkatkan respons terhadap sel kanker.

Ia juga menunjukkan bahwa peningkatan sel T regulator atau penguatan aktivitasnya dapat membantu mencegah penolakan tubuh terhadap organ hasil transplantasi.

Dua Dekade Penelitian

Sakaguchi berasal dari Kota Nagahama di Prefektur Shiga, Jepang bagian barat. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kyoto tahun 1976 ini kemudian mendalami imunologi di Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat.

Potret Sakaguchi di dalam laboratorium
Potret Sakaguchi di dalam laboratorium

Sakaguchi merupakan orang Jepang keenam yang meraih Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran. Karyanya diproyeksikan bakal memajukan metode pengobatan serta pencegahan gangguan imun pada manusia. Meski temuan bersejarahnya pertama kali dipublikasikan pada 1995, ia tetap rendah hati meski bertahun-tahun telah berlalu.

Ia menyebut banyak orang di seluruh dunia memiliki ide serupa, dan bidang ini berkembang berkat kerja sama tim. Sakaguchi merasa dirinya menerima penghargaan tersebut mewakili mereka semua.

Penghormatan dari Sesama Pemenang Nobel

Pengumuman Majelis Nobel pada hari Senin memicu gelombang pujian bagi Sakaguchi.

Profesor Universitas Kyoto dan peraih Hadiah Nobel, Yamanaka Shinya
Profesor Universitas Kyoto dan peraih Hadiah Nobel, Yamanaka Shinya

Profesor Universitas Kyoto Yamanaka Shinya, peraih Nobel tahun 2012, menyatakan bahwa Sakaguchi telah mengubah pemahaman konvensional dalam imunologi. Kontribusinya dinilai luar biasa bagi dunia kedokteran, mulai dari penanganan penyakit autoimun dan kanker hingga transplantasi organ. Yamanaka pun menyampaikan rasa hormat terdalam atas pencapaian besar tersebut.

Iwanaga Kozo, pimpinan asosiasi penderita diabetes Tipe 1
Iwanaga Kozo, pimpinan asosiasi penderita diabetes Tipe 1

Ketua Japan IDDM Network, asosiasi penderita diabetes Tipe 1 yang berkaitan dengan gangguan sistem imun, turut menyambut gembira kabar tersebut.

'Kami sangat bahagia,' ujar Iwanaga Kozo. 'Keluarga seperti kami sangat berharap penelitian beliau kelak dapat membuat diabetes Tipe 1 menjadi penyakit yang bisa disembuhkan.'

Terus Kejar Minat Anda

Jepang meraih Hadiah Nobel pertamanya pada 1949. Kala itu, Sakaguchi muda tak pernah membayangkan bahwa ia pun akan menerima penghargaan yang sama di kemudian hari.

Pionir Imunologi Jepang Sakaguchi Shimon Raih Hadiah Nobel Kedokteran - visual artikel

'Fisikawan Yukawa Hideki menjadi pemenang saat saya masih kecil. Bagi saya, ilmuwan tampak seperti sosok yang luar biasa,' tuturnya.

Namun, Sakaguchi membuktikan bahwa pencapaian luar biasa bukanlah sesuatu yang mustahil.

'Ada begitu banyak hal menarik di dunia ini,' ungkapnya. 'Hargai apa yang benar-benar Anda minati, tekuni hal tersebut, dan teruslah melangkah. Suatu hari nanti, Anda mungkin akan menemukan diri Anda di titik yang memberikan kepuasan luar biasa secara tak terduga. Hal itu berlaku tak hanya dalam sains, tapi juga di bidang apa pun.'

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.