Ketua Komite Nobel Kunjungi Hiroshima dan Nagasaki Jelang Peringatan 80 Tahun Bom Atom
Ketua Komite Nobel Norwegia Joergen Frydnes memberikan penghormatan kepada korban di Hiroshima dan Nagasaki menjelang peringatan 80 tahun penjatuhan bom atom. Kunjungan ini dilakukan setelah organisasi penyintas Nihon Hidankyo dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2024.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Ketua Komite Nobel Kunjungi Hiroshima dan Nagasaki Jelang Peringatan 80 Tahun Bom Atom

Ketua Komite Nobel Kunjungi Hiroshima
Kunjungan Joergen Frydnes dilakukan setelah kelompok penyintas bom atom yang mengampanyekan penghapusan senjata nuklir dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 2024.

Ia menyerahkan penghargaan tersebut kepada Nihon Hidankyo dalam upacara di Oslo. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa perjuangan mewujudkan dunia bebas senjata nuklir tidak boleh berhenti, sesulit apa pun tantangannya.

Frydnes berkunjung ke Hiroshima pada Selasa. Ia meletakkan karangan bunga di senotaf Taman Peringatan Perdamaian dan mendoakan para korban yang diabadikan di sana.

Pertemuan Penuh Haru
Ia kemudian bertemu dengan Wakil Ketua Umum Nihon Hidankyo, Mimaki Toshiyuki, yang bertolak ke Oslo pada Desember lalu untuk menerima penghargaan tersebut.

Frydnes berharap dapat menarik perhatian dunia terhadap perjuangan para hibakusha menjelang peringatan ke-80 tahun. Mimaki menyambut hangat kunjungan Frydnes ke Jepang di tahun bersejarah ini dan mengaku tidak akan pernah melupakan momen saat menerima penghargaan tersebut tahun lalu.
Usai pertemuan, Mimaki menyerahkan sepucuk surat kepada Frydnes yang menyuarakan aspirasinya demi penghapusan total senjata nuklir.
Nagasaki: Kota yang Menyimpan Duka Mendalam
Frydnes kemudian bertolak ke Nagasaki untuk mengunjungi Museum Bom Atom. Ia meninjau panel-panel sejarah Nihon Hidankyo serta spanduk berisi pesan para penyintas Hiroshima dan Nagasaki yang pernah dibawa ke Norwegia.


Ia juga meninggalkan pesan pada buku tamu balai peringatan tersebut yang berbunyi: Di sini, di Nagasaki, kota yang ditandai oleh duka yang tak terbayangkan, kami menghormati mereka yang telah wafat, mereka yang terus merawat ingatan, dan mereka yang telah mengubah penderitaan menjadi seruan perdamaian abadi.

Kepada wartawan, Frydnes mengaku sangat terenyuh oleh kesaksian-kesaksian para penyintas.
Kami ingin perhatian dunia tertuju pada isu yang sangat penting ini, dan kami berharap para pemimpin serta warga dunia bersedia mendengarkan suara para hibakusha, ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga dan meneruskan warisan para penyintas di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.
Mendengar Suara Hibakusha
Frydnes berbincang dengan anggota Nihon Hidankyo serta penyintas bom atom lainnya. Ia menuturkan bahwa mendengar kisah mereka memperkuat keyakinannya bahwa penggunaan senjata nuklir adalah tindakan yang tidak manusiawi.

Di sini kami berkesempatan bertemu lebih banyak hibakusha dan memahami lebih dalam konsekuensi kemanusiaan dari serangan bom nuklir, tuturnya. Saya berharap sebanyak mungkin orang dapat berkunjung ke Hiroshima dan Nagasaki.
Ketua bersama Nihon Hidankyo, Tanaka Shigemitsu, menyatakan bahwa Hadiah Nobel ini menjadi penyemangat bagi mereka yang berkampanye melawan senjata nuklir. Ia menambahkan bahwa masyarakat dunia perlu mendengarkan kesaksian para hibakusha untuk memahami dampak nyata jika senjata nuklir benar-benar digunakan saat ini.
Menginspirasi Generasi Penerus
Frydnes juga menemui para pelajar SMA dan mahasiswa yang aktif dalam gerakan perdamaian. Ia mengaku terkesan melihat semangat kaum muda dalam membawa perubahan.

Frydnes menuturkan bahwa tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat generasi muda yang terjun langsung dalam upaya perdamaian. Menurutnya, Hadiah Nobel Perdamaian 2024 untuk Nihon Hidankyo adalah penghormatan tidak hanya bagi seluruh hibakusha, tetapi juga bagi kerja keras para pemuda serta kontribusi abadi Jepang terhadap kesadaran global.
Seorang mahasiswa menuturkan bahwa mendengar langsung pesan Frydnes memotivasinya untuk bekerja lebih keras lagi demi mewujudkan perdamaian.
Menjaga Momentum di Tengah Ketegangan Global yang Meningkat
Ikeda Mayumi dari NHK World meliput kunjungan tersebut, mengulas pernyataan Frydnes serta suasana yang menyelimuti Hiroshima dan Nagasaki.
Tanya: Bagaimana kunjungan tersebut tampak memengaruhi perasaan Frydnes?
Jawab: Saya rasa ia sangat tergerak secara emosional. Ia menunjukkan raut wajah yang muram selama kunjungannya, terutama saat berada di monumen peringatan.

Mempelajari sejarah memang penting, tetapi datang langsung melihat pameran ini, memahami peristiwa sebenarnya, serta alasan mengapa tragedi ini tak boleh terulang, memberikan dampak yang jauh lebih mendalam.
Saya merasa Ketua Komite Nobel pulang dengan secercah harapan. Ia berkali-kali berterima kasih kepada para penyintas yang terus bersaksi tentang pengalaman pahit mereka. Frydnes meyakini bahwa mereka telah membantu menyelamatkan dunia; senjata nuklir tak pernah lagi digunakan sejak kehancuran Hiroshima dan Nagasaki berkat upaya para hibakusha dalam meningkatkan kesadaran global.
Frydnes juga terkesan oleh para pemuda yang berdedikasi melestarikan ingatan para penyintas di sini. Ia berpesan bahwa merekalah masa depan sekaligus tumpuan harapan bagi kita semua.
T: Bagaimana sambutan masyarakat Nagasaki?
J: Mereka sangat menghargai perhatian internasional ini. Hadiah Nobel Perdamaian adalah peristiwa besar bagi warga lokal, dan kunjungan ini membuktikan keseriusan Komite Nobel dalam mendorong penghapusan senjata nuklir.

Ada kekhawatiran bahwa kita kian mendekati masa saat tidak ada lagi penyintas pengeboman yang tersisa. Hal ini memicu upaya besar untuk mengabadikan ingatan mereka dan mewariskannya kepada generasi muda, baik di Jepang maupun di seluruh dunia.
Bagi warga setempat, hal ini terasa sangat mendesak di tengah situasi keamanan global yang kian tegang. Mereka khawatir para pengambil kebijakan di panggung dunia mulai melupakan betapa mengerikannya dampak senjata nuklir. Karena itu, kunjungan semacam ini memberikan sorotan publik yang sangat mereka harapkan.
T: Ke mana tujuan beliau selanjutnya?
J: Ia dijadwalkan berada di Universitas Sophia Tokyo pada hari Minggu ini. Institut Nobel Norwegia tengah menyelenggarakan konferensi bertajuk 'Menanggapi Ancaman Senjata Nuklir'. Acara tersebut akan menyoroti upaya menangani krisis ini di tengah ketegangan yang kian meningkat, saat peta jalan yang jelas menuju penghapusan senjata nuklir belum juga terbentuk.

Perlu dicatat pula bahwa Hiroshima dan Nagasaki akan semakin menjadi pusat perhatian dunia. Bulan depan menandai peringatan 80 tahun pengeboman atom, dan perwakilan dari seluruh dunia akan hadir dalam upacara peringatan tersebut. Ini menjadi waktu krusial bagi para hibakusha untuk bersuara, mengingat jumlah mereka yang terus berkurang.
Isu penghapusan nuklir terus menjadi sorotan sejak penganugerahan Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu. Para aktivis di Hiroshima dan Nagasaki bertekad menjaga agar momentum tersebut terus berlanjut, lama setelah rangkaian upacara mendatang berakhir.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
