Tokoh Jepang dan AS Hadiri Upacara Perdamaian Simbolis di Pearl Harbor
Keturunan pemimpin era Perang Dunia II dari Jepang dan Amerika Serikat berkumpul di Pearl Harbor untuk memadamkan api bom atom Hiroshima sebagai simbol berakhirnya permusuhan.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Tokoh Jepang dan AS Hadiri Upacara Perdamaian Simbolis di Pearl Harbor
Sejumlah tokoh dari Jepang dan Amerika Serikat menghadiri upacara di Pearl Harbor, Hawaii, untuk memadamkan api yang diambil dari lokasi pengeboman atom Hiroshima tahun 1945. Acara yang berlangsung pada hari Minggu ini diselenggarakan sebagai simbol harapan akan perdamaian dunia.
Para keturunan pemimpin Jepang dan Amerika Serikat saat era perang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Di antaranya adalah Tojo Hidetoshi, cicit dari mantan Perdana Menteri Jepang Tojo Hideki yang memimpin pemerintahan saat serangan ke Pearl Harbor, serta Clifton Truman Daniel, cucu mantan Presiden AS Harry Truman yang menyetujui penggunaan bom atom.
Tojo mengungkapkan rasa syukurnya dan mengaku tidak menduga hari bersejarah ini akan datang. Sementara itu, Daniel menyebut upacara tersebut sangat indah dan simbolis."Anda memadamkan api kebencian dan menjaga api perdamaian tetap menyala," ujarnya.
Api yang digunakan dalam upacara ini memiliki sejarah panjang. Sesaat setelah pengeboman 6 Agustus 1945, seorang pria dari Prefektur Fukuoka membawa pulang bara api yang ia kumpulkan di Hiroshima.
Bara tersebut terus dijaga selama puluhan tahun sebagai simbol keinginan untuk perdamaian.
Acara yang digagas oleh organisasi nirlaba asal Tokyo ini berlangsung di taman peringatan nasional yang menghadap ke pelabuhan dan dihadiri sekitar 270 orang. Ketua organisasi tersebut, Sasaki Masahiro, memiliki adik bernama Sasaki Sadako yang menjadi inspirasi Monumen Perdamaian Anak-anak di Hiroshima setelah meninggal akibat leukemia pasca-radiasi bom atom.
Sasaki meyakini langkah awal menuju perdamaian telah diambil karena warga dari kedua belah pihak kini dapat tersenyum bersama saat memadamkan api untuk menghapus dendam lama. Dalam puncak acara, lima perwakilan kedua negara meniup api di dalam lentera dan menandatangani dokumen yang mendeklarasikan "berakhirnya perang di dalam hati."
Seorang veteran AS yang tinggal di Hawaii menyebut upacara ini sebagai peristiwa bersejarah. Ia merefleksikan bahwa meski perang bermula dari kemarahan, acara semacam ini sangat penting untuk mendukung perdamaian yang berkelanjutan.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-05-25T13:06:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
