Kartu Koleksi Jepang Menjadi Fenomena Global
Permainan kartu koleksi di Jepang telah menjadi hobi lintas generasi dan menarik perhatian kolektor serta investor di seluruh dunia. Turnamen di Tokyo menampilkan duel seru yang mempersatukan pemain dari anak muda hingga orang tua.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Kartu Koleksi Jepang Menjadi Fenomena Global

Pertarungan yang Memersatukan Pemain dari Berbagai Usia

Turnamen permainan kartu koleksi sering digelar di Tokyo. Salah satu acara pada akhir tahun lalu menarik sekitar 600 peserta dari berbagai usia, mulai dari anak muda hingga orang tua, yang membawa dek kartu Pokemon mereka masing-masing.
Dalam turnamen, para pemain bertarung dalam duel satu lawan satu, memanfaatkan karakter dan kekuatan yang tertulis di kartu. Pemain yang berhasil mengalahkan lebih banyak karakter lawan dinyatakan sebagai pemenang.
Membangun Ikatan
Terlepas dari siapa yang menang, pengalaman luring seperti ini membantu orang menjalin hubungan sosial, tanpa memandang usia.

Salah satu peserta, Kanno Koji, menunjukkan manfaat sosial dari permainan kartu koleksi. Pria berusia 41 tahun ini mengatakan bahwa ia telah menyukai kartu Pokemon sejak diluncurkan 30 tahun lalu. Ia bermain kartu itu di sekolah dan melalui permainan tersebut memperoleh banyak teman.
Saya bertemu begitu banyak teman yang juga bercita-cita menjadi pemain terbaik di Jepang. Kartu Pokemon pun menjadi cara yang luar biasa untuk tetap terhubung dengan mereka. Sekarang saya bahkan membayangkan seperti apa hidup saya tanpa kartu koleksi.

Di usia 20-an, Kanno rutin mengikuti turnamen resmi dan berhasil menjuarai kejuaraan nasional Jepang pada 2005 dan 2007.

Saat ini ia bekerja di sebuah toko kartu koleksi, bertanggung jawab menetapkan harga berbagai kartu.
Di hari libur, kartu koleksi menjadi penghubung antara Kanno dan anak-anaknya.
Anak-anak saya selalu berkata Ayo kita bertanding bersama. Kami semua sangat senang bermain.
Lonjakan Pasar Permainan Kartu Koleksi
Seiring permainan kartu koleksi semakin digemari berbagai generasi, nilainya pun melonjak tajam.

Menurut Japan Toy Association, pasar kartu dagang diperkirakan mencapai 300 miliar yen atau 1,9 miliar dolar pada tahun fiskal 2024.

Fujii Daisuke, pemimpin redaksi Toy Journal, menjelaskan bahwa ledakan popularitas kartu koleksi dipicu oleh tren membuka paket kartu di media sosial.
Sekitar 2019, para YouTuber mulai mengunggah video saat membuka paket kartu koleksi yang masih tersegel. Video-video itu viral, membuat popularitas kartu koleksi, terutama Pokemon, meroket.
Fujii menambahkan bahwa pandemi virus corona semakin memperkuat popularitas ini.
Orang-orang yang harus bekerja dari rumah mulai mencari kegiatan setelah jam kerja. Banyak yang teringat pada permainan kartu yang mereka mainkan saat kecil, dan kembali menekuninya. Situasi inilah yang memicu ledakan tren kartu koleksi.
Popularitas yang meningkat mendorong kenaikan harga, dan kartu koleksi langka kini semakin dianggap sebagai aset investasi bernilai.
Wisatawan Asing Memburu Kartu
Nilai kartu koleksi yang terus naik menarik lebih banyak wisatawan asing ke Jepang untuk mengoleksi barang-barang ini.

Akihabara di Tokyo terkenal sebagai pusat budaya pop Jepang, termasuk anime, gim, dan kartu koleksi. Tempat ini menarik pengunjung dari dalam dan luar Jepang yang ingin membeli barang-barang tersebut.

Seorang wisatawan asal Jerman yang berkunjung ke kawasan ini mengatakan ia datang untuk membeli kartu koleksi sebagai suvenir.
Saya tumbuh bersama permainan ini dan tidak pernah meninggalkannya. Kartu-kartu ini untuk saya dan beberapa teman. Bertukar dan mengoleksinya selalu menyenangkan.

Seorang remaja pengunjung dari Australia memuji ragam pilihan kartu yang ada di Akihabara.
Saya datang ke sini karena pilihan kartunya sangat lengkap. Saya berhasil mendapatkan kartu yang saya incar dan membeli sekitar lima pak.

Toko kartu ini menyediakan berbagai jenis kartu, sebagian berasal dari tahun 1990-an, sementara lainnya adalah rilisan terbaru.
Kartu yang langka bisa terjual lebih dari 2.000 dolar, dan banyak pelanggan dari luar negeri datang untuk berburu kartu incaran mereka.
Terjual Seharga $16,49 Juta

Nilai koleksi kartu langka semakin menonjol pada Februari ketika sebuah kartu Pokemon bernama Pokemon Illustrator terjual hampir 16,5 juta dolar di AS. Guinness World Records mencatatnya sebagai kartu permainan koleksi termahal yang pernah dilelang.
Nilai dan popularitas kartu koleksi Jepang yang melonjak tajam tidak lepas dari kontroversi. Para ahli menyebutkan bahwa harga yang terus naik dan munculnya para scalper membuat sebagian pemain biasa sulit lagi menikmati hobi ini.

Harga di pasar saat ini tidak menguntungkan bagi anak-anak yang bermain kartu. Namun, hal ini tidak bisa dikatakan ilegal atau melanggar kebiasaan. Karena itu, industri sulit meminta pihak berwenang untuk turun tangan. Harapannya, para pengguna, penggemar, dan kolektor dapat mengatur diri sendiri.

Mengatasi persoalan ini tentu menantang. Meski begitu, Jepang tetap menjadi pusat budaya kartu koleksi, dan antusiasme orang-orang dari berbagai usia di seluruh dunia belum menunjukkan tanda-tanda meredup.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.


