Pengadilan Jepang Vonis Seumur Hidup Yamagami Tetsuya atas Pembunuhan Abe Shinzo
Pengadilan di Nara menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Yamagami Tetsuya atas penembakan mantan Perdana Menteri Abe Shinzo lebih dari tiga tahun lalu. Hakim menyebut perbuatan tersebut keji dan meninggalkan duka mendalam bagi istri mendiang, Akie.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Pengadilan Jepang Vonis Seumur Hidup Yamagami Tetsuya atas Pembunuhan Abe Shinzo

Pria yang dituduh membunuh perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Jepang itu menerima nasibnya dengan tenang. Ia tetap menangkupkan kedua tangan di atas meja saat vonis hakim — hukuman seumur hidup — dikumandangkan di Pengadilan Negeri Nara.

Yamagami dijatuhi hukuman pada hari Rabu pukul 1:30 siang. Hakim Ketua Tanaka Shinichi menggambarkan kematian Abe sebagai tindakan keji dan sangat jahat. Ia juga menyampaikan bahwa istri mendiang pemimpin tersebut, Akie, tiba-tiba terperosok ke dalam duka yang hingga kini belum berakhir.

Dalam pernyataan yang dirilis tak lama setelah vonis Yamagami, Akie menyatakan bahwa Yamagami kini harus menghadapi konsekuensi tindakannya secara langsung. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada hakim, juri, dan petugas keamanan yang terlibat dalam persidangan. Ia berjanji akan menjalani setiap hari dengan sungguh-sungguh sambil meneruskan harapan mendiang suaminya yang tak tergantikan.

Yamagami, 45, didakwa menggunakan senjata rakitan untuk menembak Abe yang sedang berpidato di sebuah acara politik luar ruangan di Kota Nara pada 8 Juli 2022.
Yamagami menyatakan bahwa ia menganggap Abe sebagai penghubung utama antara dunia politik dan organisasi keagamaan yang dikenal luas sebagai Gereja Unifikasi. Ia menuturkan bahwa ibunya telah memberikan uang dalam jumlah besar kepada kelompok tersebut, sehingga membuat keluarganya nyaris mengalami kehancuran finansial.
Jaksa Menuntut Hukuman Seumur Hidup
Jaksa menuntut hukuman penjara seumur hidup, menekankan bahwa latar belakang kehidupan terdakwa hanya sedikit memengaruhi tindakannya.
Pengacara Yamagami meminta hukuman tidak lebih dari 20 tahun. Mereka berargumen bahwa ia adalah korban pelecehan terkait agama yang layak mendapatkan kesempatan rehabilitasi, serta seseorang yang merasa putus asa setelah kehilangan masa depannya.

Persidangan ini menarik perhatian besar. Sekitar 700 orang hadir pada hari Rabu, berharap terpilih sebagai salah satu dari 31 warga yang diizinkan menyaksikan pembacaan vonis Yamagami.

Seorang wanita berkata bahwa putusan itu terasa agak berat. Fakta bahwa terdakwa mengakui kejahatannya lebih awal menunjukkan penyesalannya.
Seorang pria menyoroti kompleksitas moral kasus ini, menegaskan bahwa ini bukan masalah yang hitam-putih.
Persidangan dimulai pada 28 Oktober tahun lalu. Pada hari pertama, Yamagami mengakui semua dakwaan, termasuk pembunuhan. Penasihat hukumnya, yang berupaya meringankan hukuman, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menentang fakta-fakta yang ada.
Persidangan berlangsung dalam 15 sesi, dengan sesi terakhir digelar pada bulan Desember.
Ibu Yamagami memberikan kesaksian pada bulan November. Ia mengatakan bahwa sumbangan-sumbangan itu lebih penting bagi dirinya daripada pendidikan anak-anaknya, dan menambahkan, saya merasa bahwa sayalah pelakunya.
Terdakwa Mengaku Ingin Balas Dendam
Yamagami diperiksa sebanyak lima kali. Ia mengaku merasa seolah hidupnya tidak layak lagi setelah menyadari kekacauan yang telah diperbuatnya.
Ia juga mengakui memiliki keinginan membalas dendam menyusul bunuh diri saudara laki-lakinya pada tahun 2015, yang menentang keyakinan ibu mereka.
Yamagami menyebut bahwa pesan video yang ia lihat dari Abe kepada afiliasi kelompok agama tersebut membuatnya putus asa.

Putaran terakhir interogasi menunjukkan Yamagami menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Abe, termasuk janda mendiang, Akie. Terdakwa menyatakan bahwa mereka pasti telah merasakan kesedihan yang mendalam selama tiga setengah tahun sejak kematian mantan perdana menteri tersebut.
Hingga saat ini, belum jelas apakah pengacara Yamagami akan mengajukan banding terhadap putusan yang dibacakan pada Rabu.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
