Shizuoka Berupaya Bangkit Usai Diterjang Tornado Terkuat dalam Sejarah Jepang
Badai Tropis Peipah memicu tornado dahsyat yang merusak hampir 2.000 rumah dan mengakibatkan satu korban jiwa di Prefektur Shizuoka. Fenomena ini diyakini para ahli sebagai tornado terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah Jepang.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Shizuoka Berupaya Bangkit Usai Diterjang Tornado Terkuat dalam Sejarah Jepang

Badai Tropis Peipah
Setelah Badai Tropis Peipah mendarat di Jepang pada Jumat lalu, pita awan hujan lebat terbentuk di Prefektur Shizuoka. Curah hujan mencapai lebih dari 110 milimeter dalam satu jam di beberapa wilayah, sementara embusan angin kencang mendadak menghantam Kota Makinohara, Kakegawa, Yaizu, serta Kota Yoshida.

Pejabat prefektur menyatakan bahwa hingga Kamis pukul 2 siang, satu kematian akibat tornado telah dikonfirmasi di Yoshida, sementara 83 orang terluka di seluruh wilayah prefektur. Sebanyak 1.948 rumah juga dilaporkan rusak, termasuk bangunan yang terendam banjir.
Tornado Terkuat yang Pernah Tercatat di Jepang

Kantor Meteorologi Lokal Shizuoka pada Minggu mengklasifikasikan embusan angin kencang yang melanda wilayah Makinohara hingga Yoshida sebagai tornado.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan kecepatan angin mencapai sekitar 270 kilometer per jam — kekuatan yang sanggup merusak dinding luar bangunan berangka baja.
Tornado ini kemungkinan merupakan yang terkuat di Jepang sejak pencatatan dimulai pada 1961. Embusan angin di dua kota lain di Prefektur Shizuoka juga diduga kuat sebagai tornado.
Bagaikan Ledakan Dinamit

Dampak badai tropis dan tornado di Makinohara sangat parah. Tercatat satu bangunan hancur total, 149 rusak sebagian, dan 960 lainnya mengalami kerusakan ringan. Selain itu, enam rumah terendam banjir di bawah permukaan lantai.
Kepada NHK, seorang warga Makinohara menceritakan bahwa ia sedang berada di lantai dua gedung kantor hanya beberapa menit sebelum tornado melanda.
Ia menuturkan bahwa dirinya terhempas dalam sekejap, seolah-olah ada dinamit yang diledakkan di sana.
Saat mencoba turun ke bawah, ia melihat tornado lain mendekat dan menyaksikan segala hal di sekitarnya tersapu angin.
Satu Korban Jiwa di Yoshida

Di kota tetangga, Yoshida, terjangan puting beliung menyebabkan sebuah mobil terguling dan menewaskan seorang pria berusia 50-an yang berada di dalamnya.
Jejak Kerusakan Terdeteksi Sepanjang 6 hingga 7 Km
Shimose Kennichi, analis di National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience, menyatakan telah menganalisis rekaman dan menemukan bahwa beberapa puting beliung kemungkinan terjadi hampir bersamaan di Prefektur Shizuoka.

Shimose menjelaskan bahwa kerusakan terkonfirmasi dalam jalur sepanjang 6 hingga 7 kilometer dengan lebar mencapai 500 meter, membentang dari Makinohara hingga Yoshida.
Ia menambahkan bahwa meski puting beliung terkadang terhambat oleh rintangan seperti pegunungan, dalam kasus ini pusaran tersebut kemungkinan melintas di atasnya, dan ia akan terus meneliti untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Pakar: Topografi Shizuoka Jadi Faktor Pemicu Tornado
Mantan kepala Kantor Meteorologi Lokal Shizuoka, Hayakawa Kazuhiro, menyebutkan bahwa topografi prefektur tersebut merupakan salah satu faktor di balik terjadinya tornado.

Ia menjelaskan bahwa pegunungan di Prefektur Shizuoka terletak sangat dekat dengan garis pantai. Hal ini menyebabkan angin laut cenderung menciptakan arus ke atas saat mencapai daratan, sehingga awan hujan lebih mudah terbentuk dibandingkan wilayah lainnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Badai Tropis Peipah yang melintasi pesisir Shizuoka bertambah kuat setelah menyatu dengan awan hujan pada hari Jumat, memicu serangkaian embusan angin kencang.

Hayakawa turut memperingatkan bahwa dampak pemanasan global akan membuat kekuatan badai tropis dan topan jauh lebih dahsyat dari sebelumnya, sehingga risiko tornado pun kian meningkat.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

