Gejolak Timur Tengah Berdampak pada Eksportir Jepang
Konflik di Timur Tengah mulai mengganggu arus ekspor Jepang ke wilayah tersebut. Pelaku usaha mengkhawatirkan kenaikan biaya bahan baku dan hambatan logistik yang menghambat pengiriman barang.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Pelaku bisnis di Jepang mulai merasa cemas karena ekspor ke Timur Tengah mulai terdampak konflik di kawasan tersebut. Sebuah produsen model plastik di wilayah tengah Jepang baru saja mulai mengekspor ke Arab Saudi pada September lalu, tepat ketika situasi regional memanas di saat perusahaan berencana memperluas jangkauan pasarnya.
Perusahaan tersebut juga mengkhawatirkan lonjakan biaya produksi karena bahan baku plastik berasal dari minyak mentah. Presiden perusahaan, Hasegawa Masato, mengatakan,"Jika harga plastik naik, laba kami akan tertekan, jadi saya sangat khawatir."
Sementara itu, seorang produsen teh Jepang yang memasok produk ke Dubai untuk memanfaatkan tren global matcha juga mengalami kendala. Penutupan ruang udara di Timur Tengah menyebabkan pengiriman barang tertahan di Bandara Narita sejak pekan lalu.
Dengan stok teh baru yang akan siap bulan depan, perusahaan kini mulai mencari pembeli di negara lain guna menghindari penumpukan stok barang yang tidak terjual.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-03-05T06:48:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.