Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Hanya Sedikit Perusahaan Jepang Harapkan Dampak Positif dari Pemotongan Pajak Konsumsi

Survei Teikoku Databank menunjukkan hanya 25,7 persen perusahaan Jepang yang memperkirakan dampak positif dari wacana pemotongan pajak konsumsi, sementara hampir separuhnya memprediksi tidak ada dampak signifikan.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Ekonomi24 Feb 2026

Hasil survei lembaga riset swasta menunjukkan hanya sekitar seperempat perusahaan di Jepang yang mengharapkan dampak positif dari kemungkinan pemotongan pajak konsumsi. Hampir separuh responden justru memperkirakan kebijakan tersebut tidak akan memberikan pengaruh sama sekali.

Data dari Teikoku Databank mengindikasikan bahwa hanya 25,7 persen perusahaan yang menilai pemotongan pajak tersebut sebagai hal positif. Jajak pendapat daring ini dilakukan sesaat sebelum dan sesudah pemilihan Majelis Rendah pada 8 Februari, dengan total 1.546 perusahaan yang merespons.

Kuesioner dalam survei tersebut tidak merinci jenis barang apa saja yang akan dicakup dalam pemotongan pajak maupun durasi pemberlakuan kebijakan tersebut.

Sektor ritel menjadi sedikit pengecualian, di mana hampir 37 persen responden menyatakan pemotongan pajak akan berdampak positif. Beberapa perusahaan menyebut langkah tersebut dapat mendorong daya beli konsumen dan meningkatkan angka penjualan mereka.

Secara keseluruhan, lebih dari 48 persen perusahaan tidak melihat adanya dampak khusus jika pemerintah memutuskan untuk menurunkan pajak. Sekitar 9 persen responden bahkan berpendapat bahwa perubahan kebijakan ini akan memberikan dampak negatif, sementara sisanya menyatakan tidak tahu.

Sebagian responden berpendapat tidak akan ada pengaruh berarti jika pemotongan pajak hanya dibatasi pada bahan pangan. Namun, pihak lain melihat skenario tersebut berpotensi negatif karena harga di restoran akan menjadi relatif lebih mahal dibandingkan produk makanan yang dibeli di toko.

Kekhawatiran lainnya adalah beban administratif serta kebutuhan pembaruan sistem yang harus dilakukan perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan pajak tersebut.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-02-24T05:20:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / BIZTCH
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.