Burung Ibis Berjambul Kembali ke Alam Honshu setelah Setengah Abad
Sebanyak 18 burung ibis berjambul Jepang dilepasliarkan di Prefektur Ishikawa dalam upaya mengembalikan spesies monumen alam ini ke habitat aslinya di pulau utama Honshu. Upacara bersejarah di Kota Hakui ini turut dihadiri oleh Putra Mahkota Akishino dan Putri Mahkota Kiko.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Burung Ibis Berjambul Kembali ke Alam Honshu setelah Setengah Abad

Kembali ke Alam Liar
Upacara pelepasan berlangsung pada 31 Mei di Kota Hakui, wilayah Noto, prefektur setempat.
Sebanyak 18 burung ibis dalam peti kayu dikirim dari Pulau Sado di Prefektur Niigata, Jepang tengah. Terdiri dari jantan dan betina berusia antara satu hingga 12 tahun, delapan ekor dilepaskan saat upacara, sementara sisanya akan menyusul kemudian.

Putra Mahkota Akishino dan Putri Mahkota Kiko turut menghadiri upacara tersebut. Lebih dari 100 hadirin menyaksikan burung-burung itu membubung ke angkasa.

Dua kakak beradik mengaku sangat senang melihat burung-burung cantik itu terbang bebas.
Simbol Pemulihan
Bagi warga Noto, pelepasan burung ibis ini memiliki makna mendalam. Gubernur Ishikawa, Yamano Yukiyoshi, menyatakan bahwa momen ini melambangkan pemulihan wilayah tersebut setelah dilanda gempa bumi dahsyat pada 2024.

Seorang warga mengaku sempat merasa tertekan, namun kabar bahagia di wilayah itu memberikan dorongan semangat yang besar bagi masyarakat sekitar.
Spesies yang Terancam Punah

Dahulu, burung ibis jambul Jepang menghuni hampir seluruh penjuru negara tersebut.
Namun, populasinya anjlok akibat perburuan, hilangnya habitat, serta menipisnya sumber makanan akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Ibis jambul liar terakhir di Jepang mati pada tahun 2003.
Upaya Penangkaran Buatan
Guna menyelamatkan spesies ini, program penangkaran dimulai di Sado menggunakan burung hibah dari Tiongkok. Anak burung pertama menetas pada tahun 1999, dan hingga Desember lalu, tercatat sekitar 500 ekor burung ibis berhasil dikembangbiakkan di pulau tersebut.
Pengelola program memutuskan untuk memperluas habitat burung ibis ke wilayah lain demi mendongkrak populasi sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit menular di antara kawanan tersebut.
Prefektur Ishikawa dipilih karena lingkungannya yang ideal. Selain itu, pelepasan ini dipandang sebagai simbol pemulihan wilayah Noto setelah gempa bumi tahun 2024.
Melatih Burung Ibis
Menjelang pelepasan, burung-burung ibis dilatih selama tiga bulan agar mampu bertahan hidup dan berkembang biak di habitat alami.

Para staf menyusun strategi adaptasi, termasuk membiasakan burung dengan suara mesin pemotong rumput.
Upaya Penduduk Lokal
Guna menyambut pelepasan perdana, warga Noto menyiapkan area mencari makan dengan memulihkan lahan basah. Tujuannya adalah menghidupkan kembali ekosistem alami yang kaya akan berbagai makhluk hidup sebagai sumber pakan burung tersebut.

Di lahan sawah proyek ini, sejumlah petani memangkas penggunaan pupuk kimia dan pestisida hingga lebih dari 50 persen di bawah tingkat standar.
Prefektur Ishikawa mendukung inisiatif ini melalui subsidi dan langkah strategis lainnya guna mengamankan lahan mencari makan bagi burung ibis.
Pihak penyelenggara proyek menyebutkan bahwa total luas area yang tersedia di Noto telah melampaui target tahun pertama prefektur sebesar 300 hektar. Namun, angka tersebut baru mencakup sekitar 5 persen dari total luas lahan tanam tahun lalu.
Target Populasi Lebih dari 1.000 Ekor


Pemerintah Jepang berharap pelepasan di Honshu ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pelestarian burung tersebut.
Dalam upacara tersebut, Menteri Lingkungan Hidup Ishihara Hirotaka menyatakan pemerintah berkomitmen meningkatkan populasi ibis jambul di Jepang secara stabil. Kementerian menargetkan jumlah individu dewasa mencapai lebih dari 1.000 ekor.
Proyek ini juga akan diperluas ke prefektur lain. Kementerian Lingkungan Hidup dan mitra terkait berencana melepasliarkan burung-burung tersebut di Kota Izumo, Prefektur Shimane, pada Juni tahun depan.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.