Survei: Anak-Anak di Jepang Miliki Smartphone pada Usia yang Semakin Muda
Mayoritas siswa kelas 5 dan 6 SD di Jepang kini telah memiliki ponsel pintar, dengan rata-rata usia kepemilikan pertama bagi anak perempuan jatuh di bawah 10 tahun untuk pertama kalinya.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Sebuah survei tahunan oleh lembaga riset swasta di Jepang menunjukkan bahwa mayoritas siswa kelas 5 dan 6 sekolah dasar (SD) kini telah memiliki ponsel pintar atau smartphone. Hasil survei tersebut mengindikasikan bahwa rata-rata usia anak perempuan saat mendapatkan smartphone pertama mereka terus menurun, dan mencapai di bawah 10 tahun untuk pertama kalinya pada tahun lalu.
Survei yang dilakukan oleh Mobile Society Research Institute milik NTT Docomo pada bulan November lalu ini melibatkan sekitar 1.200 siswa SD dan SMP beserta orang tua mereka. Hasilnya memperlihatkan bahwa tingkat kepemilikan smartphone terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia anak.
Lebih dari 80 persen siswa sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh tingkatan kelas ditemukan telah memiliki smartphone.
Tren menunjukkan bahwa anak-anak mulai memiliki smartphone pada usia yang semakin dini setiap tahunnya. Tahun lalu, rata-rata usia anak perempuan saat pertama kali memiliki smartphone adalah 9,9 tahun, turun 0,7 tahun dibandingkan lima tahun sebelumnya.
Ini menandai pertama kalinya rata-rata usia tersebut jatuh di bawah 10 tahun sejak survei serupa dimulai pada 2019. Sementara itu, bagi anak laki-laki, rata-rata usianya adalah 10,4 tahun, yang juga mengalami penurunan 0,7 tahun dari lima tahun lalu.
Lembaga riset tersebut menjelaskan bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah internet yang kini semakin akrab bagi anak-anak, mengingat banyak dari mereka yang mendapatkan perangkat tablet di sekolah. Selain itu, anak-anak cenderung ingin memiliki smartphone sendiri di usia lebih dini karena kepemilikan perangkat tersebut sudah menjadi hal yang umum.
Mizuno Kazunari, seorang peneliti di lembaga tersebut, menyatakan bahwa meskipun orang tua perlu mengawasi penggunaan smartphone anak dalam batas tertentu, sangat penting bagi orang tua dan anak untuk menetapkan aturan bersama melalui diskusi.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-04T13:29:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.


