Mantan Pekerja Perwakilan Dagang Rusia di Jepang Diduga Terlibat Spionase
Kepolisian Tokyo mengirimkan berkas perkara seorang mantan staf perwakilan dagang Rusia di Jepang ke jaksa atas dugaan melanggar undang-undang persaingan tidak sehat. Ia diduga memperoleh rahasia dagang dari seorang pekerja produsen peralatan mesin di wilayah Kanto.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Mantan Pekerja Perwakilan Dagang Rusia di Jepang Diduga Terlibat Spionase
Kepolisian Tokyo telah mengirimkan berkas terkait seorang mantan pekerja di perwakilan dagang Rusia di Jepang kepada jaksa atas dugaan melanggar undang-undang persaingan tidak sehat. Mantan staf tersebut, warga Rusia berusia 30-an, kembali ke negaranya pada Maret tahun lalu.
Menurut sumber investigasi, ia memperoleh informasi mengenai produk baru secara lisan pada dua kesempatan, yakni pada November 2024 dan Februari tahun lalu. Informasi itu didapat dari seorang pria berusia 30-an yang bekerja untuk produsen peralatan mesin di wilayah Kanto, dengan pusat di Tokyo.
Informasi semacam itu tergolong rahasia dagang.
Pria Rusia itu diduga mendekati pekerja perusahaan tersebut di sebuah jalan di Prefektur Kanagawa sambil berpura-pura sebagai warga Ukraina dan seolah-olah meminta petunjuk arah. Setelah itu, keduanya bertemu di restoran dan tempat lain sekitar selusin kali selama hampir dua tahun, dan diduga saling bertukar informasi, baik yang tidak diungkapkan maupun yang telah diungkapkan.
Pekerja perusahaan itu disebut menerima imbalan beberapa ratus ribu yen. Berkas terhadap kedua pria itu dikirim ke jaksa pada Selasa.
Pria yang menyerahkan rahasia dagang tersebut sudah keluar dari perusahaan pembuat mesin itu. Sumber investigasi belum mengungkap apakah pekerja perusahaan itu telah mengakui tuduhan tersebut.
Ia dilaporkan mengatakan dalam pemeriksaan sukarela bahwa ia mulai curiga pria Rusia itu mungkin mata-mata industri selama pertemuan mereka, tetapi ia tidak dapat memutus hubungan dengannya. Mantan pekerja perwakilan dagang itu diduga merupakan bagian dari SVR, dinas intelijen luar negeri Rusia.
Kepolisian Tokyo memanggilnya awal bulan ini, tetapi ia dilaporkan tidak menanggapi panggilan tersebut. Polisi kini berupaya mengungkap apa yang mereka yakini sebagai salah satu bagian dari aktivitas spionase.
Versi Berita.Jepang.org: Sabtu, 18 April 2026 pukul 03.24 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-01-20T09:46:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
