Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Wali Kota Shoko Kawata Bakal Jadi Wali Kota Perempuan Pertama di Jepang yang Ambil Cuti Melahirkan

Wali Kota Yawata di Prefektur Kyoto, Shoko Kawata, berencana mengambil cuti melahirkan pada September mendatang, menjadikannya wali kota perempuan pertama di Jepang yang melakukannya saat masih menjabat.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Potret Wali Kota Yawata Shoko Kawata yang berencana mengambil cuti melahirkan pertama dalam sejarah wali kota perempuan di Jepang.

Visual Utama

Wali Kota Shoko Kawata Bakal Jadi Wali Kota Perempuan Pertama di Jepang yang Ambil Cuti Melahirkan

Tutup
Potret Wali Kota Yawata Shoko Kawata yang berencana mengambil cuti melahirkan pertama dalam sejarah wali kota perempuan di Jepang.

Wali Kota Shoko Kawata dari Kota Yawata di Prefektur Kyoto menyampaikan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa ia berencana mengambil cuti sebelum dan sesudah melahirkan pada bulan September mendatang. Langkah ini diyakini sebagai yang pertama bagi seorang wali kota perempuan yang sedang menjabat di Jepang.

Kawata yang kini berusia 35 tahun menambahkan bahwa ia juga mempertimbangkan untuk mengambil cuti pengasuhan anak.

Undang-Undang Standar Tenaga Kerja Jepang memang mengatur cuti melahirkan bagi pekerja, namun ketentuan tersebut tidak berlaku bagi posisi wali kota. Peraturan daerah yang menyediakan cuti melahirkan bagi pegawai pemerintah kota juga tidak mencakup jabatan kepala daerah.

Kawata menyatakan bahwa ia akan menggunakan undang-undang yang ada sebagai referensi mengenai durasi cutinya, sembari mengoordinasikan persiapan dengan majelis kota dan pihak terkait lainnya. Selama masa cuti tersebut, posisi wali kota akan digantikan sementara oleh wakil wali kota.

Guna menanggapi potensi bencana atau insiden penting lainnya, Kawata berencana untuk tetap menghadiri pertemuan secara daring serta berkomunikasi dengan jajaran pejabat kota melalui telepon dan surel sejauh kondisinya memungkinkan.

Kawata memenangkan pemilihan wali kota pada November 2023 di usia 33 tahun, yang menjadikannya wali kota perempuan termuda dalam sejarah Jepang. Ia berkomitmen untuk memberikan pemahaman kepada warga dengan memastikan persiapan yang matang agar cutinya tidak memengaruhi tata kelola pemerintahan kota.

Ia berharap langkah ini dapat menjadi kesempatan untuk mempercepat diskusi menuju terciptanya masyarakat di mana perempuan yang menduduki jabatan administratif tidak lagi dipaksa untuk memilih antara karier dan kehidupan keluarga.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-05-21T10:38:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

shoko kawatawali kota yawatacuti melahirkan jepangwali kota perempuan jepangkesetaraan gender jepangkyoto

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.