Takaichi dan Trump Bahas Iran dan Ekonomi di Gedung Putih
Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae bertemu Presiden AS Donald Trump di Washington untuk membahas situasi di Iran dan kerja sama ekonomi kedua negara. Fokus pertemuan meliputi stabilitas energi global dan perdagangan, menekankan peran strategis Jepang dan Amerika Serikat.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Takaichi dan Trump Bahas Iran dan Ekonomi di Gedung Putih

Trump menyambut Takaichi di Gedung Putih pada Kamis pagi. Tak lama kemudian, mereka menuju Ruang Oval untuk berbicara di depan para wartawan.

Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae: Saat ini, situasi di Timur Tengah dan dunia secara umum menghadapi tantangan keamanan yang berat, dan ekonomi global juga bersiap menghadapi dampak besar akibat perkembangan ini. Namun, saya percaya bahwa hanya Anda, Donald, yang dapat mewujudkan perdamaian global. Hari ini, saya menantikan pembahasan tentang kerja sama untuk memperkuat dan memajukan Jepang dan Amerika Serikat, serta saya membawa usulan konkret untuk menenangkan pasar energi global.

Presiden AS Donald Trump: Saya berharap Jepang meningkatkan perannya, karena kita memiliki hubungan yang erat, dan kami juga meningkatkan peran kami bersama Jepang. Sudah sepantasnya negara-negara meningkatkan perannya. Jepang, misalnya, mendapatkan lebih dari 90 persen minyak melalui selat itu, sehingga ada alasan besar untuk meningkatkan peran. Hari ini kita akan mengadakan pembicaraan yang baik, sebagian besar terkait perdagangan. Jepang adalah pembeli utama energi kami, termasuk minyak dan gas, khususnya dari Alaska.
Ini merupakan pertemuan tatap muka kedua mereka sejak Oktober lalu di Tokyo. Banyak pihak menaruh perhatian pada respons Takaichi terhadap situasi di Timur Tengah.

Menjelaskan Tindakan yang Bisa dan Tidak Bisa Diambil Jepang
Setelah pertemuan, Takaichi mengatakan mereka dapat menegaskan banyak bidang kerja sama untuk memperkuat aliansi Jepang-AS. Trump sebelumnya meminta Jepang dan negara lain mengirim kapal untuk membantu mengamankan Selat Hormuz, meski kemudian ia menyatakan tidak memerlukan bantuan mereka.
Para wartawan menanyai Takaichi mengenai Iran dalam konferensi pers setelah KTT.

Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae menyatakan pandangan Jepang dengan jelas, termasuk perlunya meredakan ketegangan secepat mungkin. Ia menegaskan bahwa Jepang dan Amerika Serikat akan terus menjaga komunikasi erat untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, termasuk memastikan keselamatan pelayaran di Selat Hormuz serta kelancaran pasokan energi. Takaichi juga menjelaskan secara rinci tindakan apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan Jepang sesuai kerangka hukum domestik.
Ia menambahkan bahwa kedua negara berencana bekerja sama meningkatkan produksi minyak mentah Amerika Serikat. Takaichi menyebut mereka juga membahas isu ekonomi, termasuk mineral strategis dan energi.
Takaichi menyatakan mereka turut membahas isu terkait China dan Korea Utara, dan menekankan bahwa Jepang dan Amerika Serikat akan terus bekerja sama dengan erat.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.