Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

KTT Jepang-Korea Selatan: Perkuat Kerja Sama Energi di Tengah Gejolak Global

Perdana Menteri Takaichi Sanae dan Presiden Lee Jae Myung menyepakati kerja sama keamanan energi Indo-Pasifik untuk menghadapi ketidakpastian global. Pertemuan ini menjadi panggung kepemimpinan kedua negara di tengah tensi AS-Tiongkok dan konflik Timur Tengah.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat pertemuan KTT.

Visual Utama

KTT Jepang-Korea Selatan: Perkuat Kerja Sama Energi di Tengah Gejolak Global

Tutup
Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung saat pertemuan KTT.

Mengapa Digelar Sekarang?

KTT pada 19 Mei ini berlangsung di tengah momen krusial akibat dua tekanan global: ketidakpastian strategis pasca-pembicaraan AS-Tiongkok dan ketegangan di Timur Tengah.

Koresponden internasional senior NHK World sekaligus mantan kepala biro Seoul, Aoki Yoshiyuki, menilai pertemuan ini memberikan kesempatan bagi Takaichi dan Lee untuk menunjukkan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan bersama.

Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam KTT hari Selasa.
Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam KTT hari Selasa.

Kedua pemimpin sepakat memperkuat pasokan energi di kawasan Indo-Pasifik melalui kerangka dukungan finansial bagi negara-negara Asia lainnya. Seorang pejabat Jepang menyebut respons cepat ini sebagai salah satu manfaat diplomasi ulang-alik, di mana hubungan dipererat melalui kunjungan timbal balik antar-pemimpin tertinggi.

Aoki menilai Takaichi memandang Lee sebagai mitra krusial untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang kini dihadapi Jepang.

Kedua pemimpin telah menerima penjelasan dari Presiden Amerika Serikat terkait hasil pembicaraan dengan Tiongkok sepekan sebelumnya. Menurut Aoki, Takaichi dan Lee kemungkinan besar ingin bertukar pandangan mengenai dampak peristiwa tersebut bagi negara masing-masing.

Hubungan Membaik di Tengah Peningkatan Pariwisata Bilateral

Korps musik militer menyambut kedatangan Takaichi saat tiba di Andong, Korea Selatan.
Korps musik militer menyambut kedatangan Takaichi saat tiba di Andong, Korea Selatan.

Pertemuan ini menjadi momen tatap muka keempat bagi Takaichi dan Lee dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Menjelang sesi dimulai, Lee menyambut Takaichi di pintu masuk lokasi KTT—serupa dengan suasana bulan Januari lalu saat Takaichi menyambut Lee beserta istrinya di depan sebuah hotel di Nara. Meski Media Korea Selatan sempat menyebutnya sebagai kejutan, gestur tersebut kini tampak telah menjadi tradisi penyambutan yang lazim.

Wisatawan asal Korea Selatan saat berkunjung ke Tsushima, Prefektur Nagasaki, pada bulan April lalu.
Wisatawan asal Korea Selatan saat berkunjung ke Tsushima, Prefektur Nagasaki, pada bulan April lalu.

KTT ini berlangsung di tengah tren peningkatan pariwisata bilateral. Data dari kedua negara menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan antarnegara pada kuartal pertama tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Langkah Nyata Menyelesaikan Isu Sejarah

Sehari sebelum KTT dimulai, kedua negara sepakat untuk melakukan tes DNA terhadap sisa-sisa jenazah yang ditemukan di tambang batu bara bawah laut di wilayah barat Jepang. Tragedi di sana pada tahun 1942 merenggut 183 nyawa, yang mayoritas korbannya berasal dari Semenanjung Korea.

Lee menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah kecil namun signifikan dalam upaya menangani isu sejarah di antara kedua negara.

Penyelam saat mengevakuasi sisa-sisa jenazah dari lokasi tambang batu bara bawah laut di wilayah barat Jepang.
Penyelam saat mengevakuasi sisa-sisa jenazah dari lokasi tambang batu bara bawah laut di wilayah barat Jepang.

Pakar: Pertemuan Bantu Pemimpin Kelola Perbedaan Pendapat

Choi Eun-mi, Peneliti Senior di Asan Institute for Policy Studies, menyebutkan bahwa hubungan Jepang dan Korea Selatan rentan memanas sewaktu-waktu. Oleh karena itu, kesamaan visi di antara kedua pemimpin sangat krusial guna mengelola berbagai isu tanpa saling memprovokasi.

Choi Eun-mi, Peneliti Senior, Asan Institute for Policy Studies
Choi Eun-mi, Peneliti Senior, Asan Institute for Policy Studies

Namun, ia mencatat adanya perbedaan pandangan dalam sejumlah isu kunci, seperti kebijakan terhadap Cina dan Korea Utara. Menurutnya, perbedaan ini berpotensi menjadi tantangan besar di masa depan.

Mitra dalam Mengarungi Badai Bersama

Di tengah memanasnya konflik Timur Tengah dan krisis keamanan energi, kedua pemimpin berupaya memperkuat hubungan bilateral sebagai penyeimbang. Lee mengibaratkan kedua negara sebagai mitra yang tengah mengarungi badai bersama.

Usai pertemuan, Takaichi menegaskan kepada awak media bahwa kedua negara harus memainkan peran sentral dalam menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Koresponden internasional senior NHK World, Aoki Yoshiyuki
Koresponden internasional senior NHK World, Aoki Yoshiyuki

Diplomasi ulang-alik antara Jepang dan Korea Selatan dimulai sejak lebih dari 20 tahun lalu, namun sempat ditangguhkan beberapa kali saat hubungan bilateral memburuk.

Aoki menyebut hal ini kini jauh lebih penting. Ia sepakat dengan pandangan Lee bahwa ada banyak bidang bagi kedua negara untuk terus bekerja sama.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

ktt jepang korea selatanhubungan jepang korea selatankeamanan energi indo-pasifiktakaichi sanaelee jae myung

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.