Disinformasi Merebak Usai Gempa Besar di Jepang Utara
Setelah gempa besar pada 8 Desember di Jepang utara, video dan unggahan palsu, termasuk yang dibuat dengan AI, menyebar luas di media sosial. NHK World membahas alasan penyebaran disinformasi dan langkah yang tepat saat menjumpainya.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Disinformasi Merebak Usai Gempa Besar di Jepang Utara

Video palsu ini menampilkan seorang wanita yang melaporkan tsunami yang menghantam pantai. Video tersebut telah ditonton lebih dari 20.000 kali di TikTok. Namun, sosok pembawa berita dan tsunami yang terlihat di video itu adalah buatan AI. Unggahan tersebut akhirnya dihapus.
Beberapa video lain menyebarkan klaim yang sangat tidak ilmiah. Video ini keliru memberi kesan bahwa api matahari dapat memicu gempa besar, dan telah ditonton 720.000 kali di YouTube.

Berita bohong tidak terbatas pada video saja. Sebuah unggahan yang mengeklaim gempa akan terjadi pada 8 Desember tersebar luas di X, dan banyak komentar menyebut unggahan itu telah meramalkan bencana.
Namun, akun tersebut membuat prediksi gempa tanpa dasar hampir setiap hari. Kesamaan yang terjadi hanyalah kebetulan semata.
Badan Meteorologi Jepang menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan waktu dan lokasi spesifik potensi gempa kemungkinan besar palsu.
Pemerintah Peringatkan Berita Bohong dan Imbau Waspada
Pagi setelah gempa, Sekretaris Kabinet Kihara Minoru mengimbau masyarakat agar waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi, yang menurutnya sering muncul setelah bencana sebelumnya.

Namun, dua hari setelah getaran itu, Kihara menyatakan pemerintah telah menemukan data palsu di internet. Ia menegaskan bahwa penyebaran informasi palsu tidak boleh ditoleransi karena bisa memengaruhi aktivitas sosial-ekonomi dan respons bencana, serta mendesak masyarakat untuk tetap berhati-hati.
Ia kembali mengimbau masyarakat agar merujuk pada sumber pemerintah atau situs media terpercaya saat terjadi bencana.
Mengapa Berita Bohong Mudah Menyebar setelah Bencana

Yabuuchi Junya dari NHK World, yang menangani misinformasi dan disinformasi, menjelaskan bagaimana dan mengapa berita bohong cepat menyebar pasca bencana.
Ia menyebut ada dua alasan utama. Pertama, sebagian orang mencari perhatian saat bencana. Publik sangat membutuhkan informasi, sehingga ini menjadi peluang bagi mereka yang ingin mendapatkan pengikut atau respons.
Alasan kedua adalah uang. Beberapa platform media sosial memiliki sistem monetisasi. Di X, misalnya, semakin banyak tayangan sebuah unggahan, semakin besar pendapatan pengguna. Itulah sebabnya beberapa orang membuat berita palsu, karena tahu hal itu akan menarik banyak perhatian.
Beberapa orang bahkan mungkin melakukan penipuan langsung, berpura-pura menjadi korban bencana, dan meminta pengguna mengirimkan uang.
Kualitas AI Semakin Canggih
Video yang dibuat dengan AI generatif kini ada di mana-mana. Ini bukan tren baru, sudah ada bertahun-tahun, dan sering muncul setelah bencana, seperti gempa di Myanmar, meski terlihat tidak sepenuhnya realistis.
Namun, sejak perilisan Sora 2 oleh OpenAI pada bulan September, pembuatan video AI berkualitas tinggi menjadi lebih mudah, sehingga sulit membedakan video AI dengan video asli.
Strategi Menghadapi Berita Palsu
Yabuuchi mengatakan langkah pertama saat menemukan unggahan palsu adalah menyadari bahwa kepalsuan itu memanfaatkan emosi Anda. Banyak orang merasa tegang setelah bencana, sehingga unggahan yang memicu kecemasan mudah menyebar secara daring. Jika Anda menemui unggahan yang membangkitkan emosi, berhentilah sejenak dan tarik napas.
Selanjutnya, periksa siapa yang mengunggah dan tinjau apa yang biasanya mereka sampaikan. Ingat, siapa pun bisa tertipu oleh berita palsu, terutama video AI. Jika sumber informasi tidak jelas, jangan bagikan. Saat ragu, cek informasi dari lembaga publik dan media tepercaya. Cara ini paling efektif untuk melawan berita palsu.
Bagaimana dan mengapa berita palsu membanjiri media sosial setelah bencana | NHK WORLD-JAPAN News
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.





