Yang Perlu Diketahui tentang Sistem ID Asuransi Kesehatan Baru di Jepang
Sistem asuransi kesehatan di Jepang berubah seiring kartu asuransi lama mulai tidak berlaku dan penggunaan kartu My Number makin meluas di fasilitas medis. Bagi warga yang tinggal di Jepang, memahami perubahan ini menjadi penting saat berobat ke rumah sakit atau klinik.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Yang Perlu Diketahui tentang Sistem ID Asuransi Kesehatan Baru di Jepang

Tahap Pertama di Rumah Sakit Atau Klinik Kini Berubah

Resepsionis: Apakah Anda membawa kartu My Number atau kartu asuransi kesehatan? Pasien: Saya membawa kartu My Number.
Inilah langkah awal yang kini umum saat berkunjung ke fasilitas medis di Jepang. Di rumah sakit di Distrik Ota, Tokyo, ini, sekitar separuh pasien menggunakan kartu My Number mereka untuk mengakses layanan medis per September.
Seorang pasien berkata, Ini praktis karena saya bisa mengurus semuanya hanya dengan satu kartu Ini.
Namun, peralihan ini tidak berjalan mulus. Seorang dokter gigi di Distrik Edogawa, Tokyo, mengaku khawatir karena perawatan gigi bisa tertunda jika staf harus meluangkan waktu untuk menjelaskan perubahan ini kepada pasien, termasuk cara menggunakan alat pemindai kartu.

Klinik itu juga menghadapi masalah lain. Terkadang, sebagian nama pasien disensor hitam saat diproses melalui pemindai Kartu My Number. Ini dapat terjadi jika nama tersebut memuat karakter kanji rumit yang belum terdaftar dalam sistem baru.
Permohonan Kartu My Number terus meningkat selama masa transisi ke sistem baru. Pejabat di Kota Hachioji, Tokyo barat, menerbitkan 608 kartu baru pada November, naik lebih dari 20 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Mereka mengimbau warga agar segera mendaftar karena proses penerbitan kartu dapat memakan waktu sekitar satu bulan.
Apa Itu Kartu My Number?

Kartu My Number adalah kartu identitas berfoto yang memuat nomor identitas individu. Warga Jepang, termasuk penduduk asing, dapat mengajukannya. Kartu ini dapat digunakan sebagai SIM, untuk verifikasi identitas, menerima layanan pemerintah, dan keperluan lainnya.
Kartu ini telah menjadi metode utama untuk mengonfirmasi kelayakan asuransi kesehatan sejak Desember lalu, ketika kartu asuransi kesehatan tradisional tidak lagi diterbitkan. Secara umum, orang yang mengunjungi fasilitas medis tidak dapat lagi menggunakan kartu asuransi kesehatan konvensional mulai Desember ini.

Pemerintah Jepang menyatakan bahwa keunggulan Kartu My Number terletak pada kemampuannya untuk membagikan informasi medis. Fasilitas medis dapat saling berbagi data tentang resep dan catatan kunjungan rumah sakit, jika pasien menyetujuinya. Hal ini memungkinkan perawatan yang lebih cepat dan akurat.
Selain itu, jika pasien dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, tim medis darurat dapat melihat data pasien dan memberikan pertolongan pertama yang sesuai.
Sistem asuransi kesehatan mencakup hampir seluruh penduduk, termasuk warga asing yang memenuhi syarat, seperti mereka yang tinggal di Jepang lebih dari tiga bulan. Agar kartu itu bisa digunakan sebagai Sertifikat Asuransi Kesehatan, penduduk perlu mendaftarkannya. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring atau di sebagian besar fasilitas medis dan apotek.
Tidak Semua Orang Antusias
Penggunaan Kartu My Number sebagai Kartu asuransi kesehatan masih belum meluas. Kementerian Kesehatan Jepang menyatakan bahwa hingga akhir Oktober, 80 persen penduduk telah memiliki Kartu My Number. Dari jumlah itu, 88 persen telah mendaftarkan Kartu My Number mereka sebagai Kartu asuransi kesehatan, tetapi tingkat penggunaannya baru sekitar 37 persen.

NHK mewawancarai orang-orang yang masih menggunakan kartu asuransi kesehatan konvensional. Salah satunya tidak mengetahui bahwa kartu asuransi itu tidak akan lagi berlaku pada bulan Desember.
Seorang perempuan mengatakan ia khawatir membawa Kartu My Number karena bila Kartu itu hilang, informasi pribadinya bisa disalahgunakan.
Bantuan bagi Orang yang Belum Bersiap
Bantuan tersedia bagi mereka yang belum beralih.

Salah satu opsinya adalah Sertifikat Kelayakan Asuransi Kesehatan.
Kartu ini dapat diterbitkan oleh asosiasi asuransi kesehatan dan pihak lain. Orang yang menunjukkan sertifikat ini dapat menerima pertanggungan untuk biaya pengobatan mereka.
Sertifikat Kelayakan Asuransi Kesehatan akan diterbitkan secara otomatis bagi mereka yang tidak memiliki Kartu My Number, atau yang belum mendaftarkannya sebagai Kartu asuransi.
Tampilan sertifikat berbeda-beda tergantung asosiasi asuransinya. Dokumen ini bisa berukuran A4. Masyarakat diimbau menyimpannya dengan baik karena sangat penting sebagai pengganti kartu asuransi konvensional.
Sebagai langkah antisipasi, orang yang hanya menunjukkan kartu asuransi konvensional tetap dapat menerima perawatan hingga akhir Maret mendatang, tetapi hanya jika institusi terkait dapat mengonfirmasi kelayakan pasien.

Kartu My Number sebagai Bukti Asuransi Kesehatan Anda (Biro Asuransi Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang).pdf
Pemerintah mendorong setiap orang untuk beralih ke sistem baru ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi pemerintah daerah atau asosiasi kesehatan setempat.
Bantuan juga tersedia bagi mereka yang ingin mendaftarkan Kartu My Number sebagai bukti asuransi kesehatan.
Pusat panggilan dengan dukungan bahasa asing juga tersedia. Nomor teleponnya 0120-0178-27. Layanan ini tersedia dalam bahasa Inggris, Mandarin, Korea, Spanyol, Portugis, Thailand, Nepal, Indonesia, Vietnam, dan Tagalog.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.