Pemerintah Jepang Akan Susun Pedoman Harga Ganda untuk Fasilitas Wisata
Badan Pariwisata Jepang mulai menyusun pedoman resmi bagi objek wisata yang menerapkan tarif berbeda antara turis mancanegara dan warga lokal guna menjaga transparansi.
Arsip Visual
Dokumentasi Visual Beralih ke Arsip
Halaman asli sudah tidak lagi aktif. Naskah tetap ditayangkan dengan pranala arsip. Rujukan sumbernya masih bisa ditelusuri.
Visual Utama
Pemerintah Jepang Akan Susun Pedoman Harga Ganda untuk Fasilitas Wisata
Seiring meningkatnya jumlah fasilitas wisata di Jepang yang menerapkan sistem harga ganda bagi wisatawan mancanegara dan pengunjung luar daerah, para ahli mulai membahas penyusunan pedoman resmi. Panel ahli di bawah Badan Pariwisata Jepang telah memulai pembicaraan untuk merumuskan rekomendasi penetapan harga bagi berbagai fasilitas dan layanan wisata.
Salah satu contoh yang dibahas adalah Kastel Himeji di Prefektur Hyogo, Jepang bagian barat. Sejak Maret lalu, biaya masuk untuk warga Kota Himeji dan pengunjung dari luar daerah mulai dibedakan.
Warga setempat kini membayar tarif sebesar 1.000 yen, sementara pengunjung luar atau wisatawan asing dikenakan biaya masuk 2.500 yen.
Para ahli menekankan bahwa otoritas terkait perlu memberikan penjelasan menyeluruh mengenai urgensi kebijakan tersebut saat fasilitas publik berencana menerapkan sistem harga ganda. Badan Pariwisata menyatakan akan mengundang pihak terkait untuk dengar pendapat sebelum pedoman resmi ditargetkan rampung pada Maret 2027.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-04-28T02:30:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala sumber asli tidak lagi tersedia. Buka arsip Wayback untuk melihat salinan yang tersedia.
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
