Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Harga Tanah Jepang Terus Melonjak, Wilayah Resor Hokkaido Catat Kenaikan Tertinggi

Investasi domestik dan asing mendorong kenaikan rata-rata harga tanah nasional Jepang sebesar 1,5 persen selama empat tahun berturut-turut. Kitanominecho di Furano mencatat lonjakan tertinggi hingga 27,1 persen, didorong oleh tingginya permintaan properti di kawasan wisata.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Pemandangan kawasan resor Kitanominecho di Furano, Hokkaido, yang mengalami lonjakan harga tanah.

Visual Utama

Harga Tanah Jepang Terus Melonjak, Wilayah Resor Hokkaido Catat Kenaikan Tertinggi

Tutup
Pemandangan kawasan resor Kitanominecho di Furano, Hokkaido, yang mengalami lonjakan harga tanah.

Kota di Hokkaido Catat Lonjakan Harga Tanah Tertinggi

Kawasan Kitanomine-cho di Kota Furano, Hokkaido.
Kawasan Kitanomine-cho di Kota Furano, Hokkaido.

Data tersebut didasarkan pada survei tahunan terhadap lebih dari 21.000 lokasi.

Kitanomine-cho di Kota Furano, Hokkaido, mencatat kenaikan harga tanah tertinggi untuk kawasan permukiman dengan lonjakan mencapai 27,1 persen.

Dikenal dengan kualitas 'powder snow' yang unggul, wilayah ini menjadi destinasi ski populer bagi wisatawan mancanegara. Lokasinya yang dekat dengan lereng ski maupun area perkotaan memicu tingginya permintaan untuk vila dan kondominium.

Proyek pembangunan yang tengah berlangsung di Kitanomine-cho.
Proyek pembangunan yang tengah berlangsung di Kitanomine-cho.

Berbagai penginapan tengah dibangun untuk membidik turis asing, termasuk sebuah hotel investasi Malaysia yang dibuka pada Desember 2023. Pihak pengelola menyebutkan bahwa 95 persen tamu pada Januari tahun ini adalah warga asing.

Perusahaan afiliasi hotel tersebut berencana membangun kondominium baru di lahan sebelahnya tahun depan guna menangkap peluang permintaan yang terus meningkat.

Manajer umum hotel tersebut, Ota Yusuke, menyatakan bahwa kualitas salju Furano telah menarik perhatian dunia. Ia meyakini para wisatawan memilih Furano guna menghindari kepadatan di resor ski seperti Niseko.

Harga Lahan di Kota Fukuoka Turut Melonjak

Meski pusat Tokyo mencatat kenaikan harga tertinggi untuk area perumahan kota, Kota Fukuoka—di barat daya pulau utama Kyushu—menempati posisi kedua tertinggi di antara ibu kota prefektur lainnya.

Menurut para ahli, harga properti di Jepang cenderung lebih rendah dibandingkan negara lain. Hal ini mendorong warga asing membeli kondominium sebagai investasi maupun rumah untuk bermigrasi, yang kemudian mendongkrak harga lahan.

Harga Real Estat di Fukuoka Masih Masuk Akal

Wanita asal Tiongkok yang membeli rumah di Fukuoka.
Wanita asal Tiongkok yang membeli rumah di Fukuoka.

Pada Agustus lalu, seorang wanita asal Tiongkok berusia 39 tahun membeli sebuah rumah tapak baru di Kota Fukuoka setelah bekerja selama 20 tahun di perusahaan sekuritas di Shanghai.

Ia sempat mempertimbangkan untuk membeli kondominium, namun akhirnya memilih rumah karena aksesnya yang lebih mudah ke pusat kota serta lingkungannya yang tenang. Ia membayar sekitar 90 juta yen, atau lebih dari 610.000 dolar, secara tunai sekaligus.

Wanita ini menuturkan bahwa harga rumah di Shanghai sudah melonjak tajam; rumah serupa yang ia beli di Fukuoka bisa berharga dua hingga tiga kali lipat lebih mahal di sana. Baginya, harga hunian di Fukuoka masih masuk akal dengan lingkungan yang sangat nyaman dan menenangkan.

Analisis Pakar: Kesenjangan Harga Tanah Akan Terus Meningkat

Takahashi Masayuki, peneliti senior di sebuah firma analisis real estat.
Takahashi Masayuki, peneliti senior di sebuah firma analisis real estat.

Takahashi Masayuki menjelaskan bahwa tren kenaikan harga diperkirakan masih akan berlanjut. Permintaan dari investor luar negeri menjadi motor penggerak pesatnya berbagai proyek pengembangan lahan.

Fenomena ini terutama terjadi di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka, didorong oleh tingginya permintaan dari kalangan kaya dan pembeli asing.

Di sisi lain, Takahashi mencatat kenaikan biaya material konstruksi membuat beberapa proyek kini dipertimbangkan kembali. Dampaknya, laju kenaikan harga tanah mulai melambat di sejumlah wilayah.

Menurutnya, bakal ada perbedaan mencolok antara daerah yang harganya terus naik dan daerah yang mulai mengalami penyesuaian nilai.

Ia menambahkan bahwa kesenjangan ini diprediksi akan semakin lebar seiring dengan penyusutan populasi yang terus berlanjut.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.