Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Kebangkitan Sanseito: Pelajaran Penting dari Pemilihan Majelis Tinggi Jepang

Partai Sanseito mencatat lonjakan besar dari 2 menjadi 15 kursi dalam pemilihan Majelis Tinggi Jepang berkat strategi kampanye daring akar rumput. Keberhasilan partai dengan semboyan 'Japanese First' ini berkaitan erat dengan tren penurunan dukungan terhadap partai LDP.

NHK WORLD3 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi grafis perolehan kursi Partai Sanseito dalam Pemilihan Majelis Tinggi Jepang.

Visual Utama

Kebangkitan Sanseito: Pelajaran Penting dari Pemilihan Majelis Tinggi Jepang

Tutup
Ilustrasi grafis perolehan kursi Partai Sanseito dalam Pemilihan Majelis Tinggi Jepang.

Semboyan 'Japanese First' membawa partai ini melesat dari hanya 2 kursi menjadi 15 kursi.

Untuk mendalami alasan di balik lompatan besar tersebut, kami meminta penjelasan dari Kikuyama Kengo, koresponden politik NHK World.

T: Dukungan terhadap LDP merosot di saat Sanseito melonjak. Apakah kedua hal ini saling berkaitan?

J: Tampaknya ada keterkaitan karena beberapa alasan. Seperti yang kita lihat, Sanseito sangat diuntungkan oleh kampanye daring akar rumput, namun itu bukan satu-satunya faktor.

Pertama, meski pendatang baru di tingkat nasional, partai ini sudah memiliki sekitar 100 anggota dewan lokal di seluruh Jepang. Hal ini memungkinkan mereka menandingi jangkauan partai-partai besar. Kepemimpinan Sanseito pun didominasi oleh kalangan muda.

Salah satu kendala utama LDP adalah citra mereka yang mewakili kubu lama politik Jepang. Hal ini merugikan mereka di mata pemilih muda serta kelompok yang merasa tidak puas dengan status quo.

Perolehan suara berdasarkan kelompok usia
Perolehan suara berdasarkan kelompok usia

Hasil jajak pendapat usai memilih (exit poll) menunjukkan pilihan masyarakat untuk perwakilan proporsional. Jumlah pemilih berusia belasan hingga 30-an tahun yang memilih Sanseito mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan pemilih LDP.

Kebangkitan Sanseito: Pelajaran Penting dari Pemilihan Majelis Tinggi Jepang - visual artikel

Partai baru tersebut juga mencatatkan hasil lebih baik di kalangan pemilih independen. Sebanyak 15 persen pemilih tanpa afiliasi memilih Sanseito, melampaui 12 persen dukungan yang diraih LDP.

Terakhir, meski slogan 'Japanese first' milik Sanseito tergolong kontroversial, jargon ini tampaknya berhasil menarik simpati, terutama di kalangan masyarakat yang berhaluan politik konservatif.

Sejumlah kritikus menilai partai tersebut mempromosikan retorika eksklusif atau memecah belah, justru di saat jumlah penduduk asing dan wisatawan di Jepang tengah mencapai rekor tertinggi.

Kebangkitan Sanseito: Pelajaran Penting dari Pemilihan Majelis Tinggi Jepang - visual artikel

Kini patut dinanti bagaimana kiprah Sanseito setelah mengamankan lebih banyak kursi di Diet. Kita juga perlu melihat pelajaran yang bisa dipetik LDP untuk membangun kembali basis dukungan pemilih muda di masa depan.

T: Bergeser sejenak, koalisi penguasa kini berada dalam posisi sulit dan Perdana Menteri Ishiba tengah menghadapi tekanan besar. Mungkinkah akan ada pergantian kepemimpinan?

J: Biasanya, jika seorang perdana menteri kehilangan mayoritas suara di kedua majelis Diet dalam kurun kurang dari satu tahun menjabat, ia akan didorong untuk mengundurkan diri. Namun, kondisi saat ini jauh dari kata normal.

Kebangkitan Sanseito: Pelajaran Penting dari Pemilihan Majelis Tinggi Jepang - visual artikel

Hal tersebut sebagian dipicu oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Tarif ini akan mulai berlaku pada 1 Agustus mendatang, atau sekitar satu setengah minggu lagi.

Impor dari Jepang akan dikenakan tarif sebesar 25 persen. Oleh sebab itu, pemerintahan Ishiba kini tengah berpacu dengan waktu untuk mencapai kesepakatan.

Kepala negosiator perdagangannya terbang ke Washington pada Senin untuk melanjutkan pembicaraan dengan rekan sejawatnya dari AS.

Ishiba juga mengungkapkan harapannya untuk bertemu Trump sesegera mungkin demi mencapai suatu kesepakatan.

Perdana Menteri Jepang Ishiba Shigeru
Perdana Menteri Jepang Ishiba Shigeru

Terkait isu tarif, Ishiba belum memberikan tanda-tanda akan mundur. Sebaliknya, ia berniat mengoptimalkan situasi sulit ini dengan merangkul partai oposisi guna mencapai konsensus kebijakan demi mengatasi lonjakan harga.

Kini pertanyaannya, partai oposisi mana yang bersedia berkolaborasi, dan akankah partainya sendiri menerima strategi ini? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.