Pemilu Majelis Tinggi Jepang: Koalisi LDP-Komeito Kehilangan Kursi Mayoritas
Koalisi pemerintahan Jepang resmi kehilangan mayoritas di Majelis Tinggi setelah gagal mencapai target kursi minimal dalam pemilu. Perdana Menteri Ishiba Shigeru mengisyaratkan tetap menjabat meski LDP mencatat sejarah buruk tanpa kendali di parlemen.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Pemilu Majelis Tinggi Jepang: Koalisi LDP-Komeito Kehilangan Kursi Mayoritas

Koalisi LDP dan Komeito Kehilangan Kursi Mayoritas

Koalisi ini membutuhkan setidaknya 50 kursi tambahan guna mempertahankan kendali di majelis.
Namun, Partai Demokrat Liberal (LDP) bersama mitranya, Komeito, hanya berhasil mengamankan 47 kursi, gagal mencapai target tersebut.
Ini merupakan pertama kalinya dalam 70 tahun sejarah partai, LDP memimpin koalisi yang tidak menguasai satu pun majelis.
Mempertahankan mayoritas adalah target utama Perdana Menteri Ishiba dalam pemilu kali ini. Hal itu ia sampaikan kepada NHK pada Minggu malam.
Ishiba Isyaratkan Tetap Menjabat sebagai Perdana Menteri
Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba mengisyaratkan akan terus mengemban jabatannya. Pernyataan tersebut disampaikan kepada NHK saat penghitungan suara masih berlangsung.

Ishiba menyampaikan kepada reporter NHK bahwa sejauh ini partainya telah mengamankan kursi yang cukup untuk tetap menjadi kekuatan utama di Majelis Tinggi. Ia menegaskan komitmen untuk memenuhi janji-janji kampanye, termasuk kenaikan upah guna merespons lonjakan harga. Ishiba juga menyatakan tekadnya dalam menangani mitigasi bencana, revitalisasi daerah, serta langkah strategis menghadapi penyusutan dan penuaan populasi di Jepang.
Di tengah penghitungan suara yang masih berlangsung, ia menyampaikan kepada NHK bahwa koalisi penguasa berada dalam posisi sulit dan ia harus menerima hasil tersebut dengan rendah hati.
Menjawab pertanyaan reporter NHK soal rencana mengajak partai oposisi bergabung jika koalisi gagal meraih mayoritas di Majelis Tinggi, Ishiba menyebut telah mendengarkan berbagai aspirasi dalam sidang Parlemen sejak tahun lalu. Ia juga telah merevisi rancangan undang-undang sesuai kebutuhan dan menyatakan akan terus bekerja dengan pendekatan serupa.
Ishiba menambahkan bahwa ia harus memikirkan matang-matang cara terbaik untuk menjalankan kebijakan. Dalam wawancara lain, ia menegaskan LDP tetap bertanggung jawab sebagai partai terbesar di Majelis Tinggi. Saat ditanya apakah ia akan tetap menjabat, ia menjawab bahwa hal itu bukan masalah baginya.
Rapat Dewan Luar Biasa LDP pada Senin
Ishiba diperkirakan akan menyatakan niatnya untuk tetap menjabat dalam rapat dewan luar biasa LDP pada Senin. Ia juga dijadwalkan bertemu pimpinan Komeito untuk memastikan kelangsungan pemerintahan koalisi. Tak lama kemudian, Ishiba direncanakan menggelar konferensi pers guna mengumumkan secara resmi keputusannya untuk bertahan di jabatan tersebut.
Pemimpin Oposisi CDP: Pemilih Menolak Pemerintahan Ishiba

Pemimpin Partai Demokrat Konstitusional Jepang (CDP), partai oposisi terbesar, menyatakan akan memantau ketat penghitungan suara karena ketatnya persaingan di banyak daerah pemilihan pada pemilu Majelis Tinggi hari Minggu ini.
Berbicara dalam program pemilu NHK, Noda menyebut bahwa para pemilih telah memberikan penolakan yang jelas terhadap pemerintahan Perdana Menteri Ishiba Shigeru.
Noda menegaskan bahwa ia menuntut penjelasan lengkap dari Ishiba jika yang bersangkutan tetap ingin menjabat sebagai perdana menteri.
Mengenai mosi tidak percaya terhadap Kabinet, Noda menyatakan bahwa jika Ishiba tetap bertahan, ia ingin terlebih dahulu mendengar pernyataan sang perdana menteri dalam konferensi pers hari Senin sebelum menentukan langkah berikutnya.
Terkait strategi menghadapi blok penguasa, Noda mengisyaratkan bahwa CDP akan berdiskusi mendalam dengan partai-partai oposisi lain guna menjajaki peluang kerja sama.
Noda menambahkan bahwa mereka akan memaksimalkan peran saat sidang luar biasa Diet digelar, sembari menjajaki visi pembentukan pemerintahan bersama partai oposisi lewat dialog yang tulus. Menurutnya, ini akan menjadi proses yang krusial.
Tamaki Sebut Sulit Bekerja Sama dengan Ishiba

Ketua Umum partai oposisi Demokrat untuk Rakyat, Tamaki Yuichiro, menyampaikan lewat televisi NHK saat penghitungan suara bahwa lonjakan suara partainya mencerminkan besarnya harapan pemilih terhadap janji kenaikan upah.
Terkait kerja sama dengan pemerintahan Ishiba, Tamaki menyatakan ingin mengambil keputusan berdasarkan tiap kebijakan. Namun, ia menyayangkan Ishiba yang tidak menepati janji untuk menaikkan ambang batas pajak minimum serta menghapus pajak bensin sementara—dua kebijakan krusial bagi DPFP.
Ia juga mempertanyakan kelayakan Ishiba untuk terus menjabat, seraya menegaskan tidak akan bekerja sama dengan pemerintahan yang mengingkari janji.
Sanseito Raih Kemajuan Pesat, Belum Berencana Gabung Koalisi

Pemimpin partai oposisi Sanseito mengungkapkan kegembiraannya di stasiun televisi NHK saat penghitungan suara, setelah berhasil mengamankan kursi tiga kali lipat lebih banyak dari perkiraan awal.
Mengenai kerja sama dengan partai lain, Kamiya Sohei menyatakan akan memberikan dukungan sesuai kecocokan tiap rancangan undang-undang. Ia menegaskan posisinya untuk mengevaluasi dukungan berdasarkan substansi kebijakan masing-masing.
Ia menyebutkan jika partainya berhasil meraih 50 hingga 60 kursi pada pemilu Majelis Rendah berikutnya, koalisi pemerintahan lintas partai kecil seperti di Eropa mungkin saja terbentuk. Jika skenario itu terjadi, ia berambisi mengambil peran strategis.
Kamiya juga mengkritik Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa karena mencakup beragam ideologi dari sayap kanan hingga kiri, yang menurutnya membuat rakyat Jepang bingung akan visi LDP. Ia memprediksi LDP bisa pecah di masa depan dan ingin berkontribusi menciptakan kerangka kerja politik baru.
Dalam wawancara dengan media televisi lain, Kamiya menegaskan tidak berencana bergabung dengan koalisi pemerintah saat ini. Ia khawatir skala Sanseito yang masih kecil akan membuatnya rentan tergilas jika masuk ke blok penguasa.
Partisipasi Pemilih Pemilu Majelis Tinggi Jepang Diperkirakan Capai 58 Persen

Tingkat partisipasi pemilih nasional dalam pemilu Majelis Tinggi Jepang hari Minggu diprediksi menyentuh 57,91 persen. Angka ini melonjak dari 52,05 persen pada pemilu tiga tahun sebelumnya.
Berdasarkan penghitungan NHK, tercatat sekitar 26,18 juta pemilih telah memberikan suara mereka lebih awal.
Proyeksi NHK (20:00 JST)
Koalisi memerlukan total 125 kursi untuk mempertahankan mayoritas. Saat ini mereka memegang 75 kursi yang tidak diperebutkan, namun proyeksi menunjukkan LDP dan Komeito mungkin akan kesulitan meraih tambahan 50 kursi yang dibutuhkan.
Jika blok tersebut gagal meraih mayoritas, ini akan menjadi momen pertama dalam 70 tahun sejarah LDP di mana partai tersebut memimpin koalisi yang tidak menguasai satu pun majelis di Parlemen.
Proyeksi NHK mengindikasikan blok berkuasa mungkin gagal mengamankan 46 kursi baru, yang akan menjadi rekor terendah bagi koalisi tersebut sejak dibentuk pada tahun 1999.

Proyeksi ini disusun berdasarkan jajak pendapat usai memilih (exit poll) bersama yang dilakukan NHK, Yomiuri Shimbun, dan Nippon TV beserta stasiun afiliasi NNN. Jajak pendapat ini menyasar lebih dari 224.000 pemilih di sekitar 1.700 tempat pemungutan suara di seluruh negeri dengan tingkat respons sekitar 62 persen.
Angka-angka tersebut sudah mencakup kursi yang tidak diperebutkan dalam pemilihan kali ini.
LDP diproyeksikan memperoleh antara 27 hingga 41 kursi secara keseluruhan. Ini berpotensi menjadi hasil terburuk bagi partai tersebut dalam pemilihan Majelis Tinggi, melampaui rekor terendah sebelumnya sebanyak 36 kursi baru.
Partai oposisi utama, Partai Demokrat Konstitusional Jepang, diproyeksikan meraih total 18 hingga 30 kursi.
Partai Inovasi Jepang diperkirakan menutup malam ini dengan raihan 6 hingga 9 kursi.
Mitra koalisi LDP, Komeito, diproyeksikan mengamankan total 5 hingga 12 kursi.

Proyeksi kami menunjukkan Partai Demokrat untuk Rakyat berpeluang meraih total 14 hingga 21 kursi. Target mereka adalah 16 kursi baru.
Partai Komunis Jepang diproyeksikan mengantongi total 3 hingga 5 kursi.
Sementara itu, Reiwa Shinsengumi diperkirakan mengamankan total 2 hingga 4 kursi.
Sanseito kemungkinan besar meraih total 10 hingga 22 kursi, melonjak tajam dibanding perolehan mereka sebelum pemilihan ini.

Partai Konservatif Jepang diprediksi mengamankan total 1 hingga 3 kursi.
Partai Demokrat Sosial diperkirakan akan mempertahankan 1 kursi.
Proyeksi menunjukkan bahwa Partai Kolaboratif akan kesulitan memperoleh kursi.
Partai NHK diperkirakan mengamankan 1 kursi. Sebagai catatan, partai ini tidak berafiliasi dengan lembaga penyiaran publik NHK.
Analisis proyeksi NHK juga menyebutkan bahwa Path to Rebirth akan sulit memenangkan kursi.

Tim Mirai diprediksi akan memenangkan 1 hingga 2 kursi.
Kandidat independen dan lainnya diproyeksikan mengamankan total 7 hingga 8 kursi.

Versi Berita.Jepang.org: Sabtu, 18 April 2026 pukul 02.14 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.





