Harmoni di Tengah Perang: Persahabatan Abadi Pianis Rusia dan Komposer Ukraina
Pianis Rusia Alexey Lubimov terus membawakan karya komposer Ukraina Valentin Silvestrov sebagai simbol persahabatan yang melampaui konflik bersenjata. Hubungan yang terjalin sejak era Uni Soviet pada 1968 ini membuktikan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyatukan perbedaan di tengah permusuhan.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Harmoni di Tengah Perang: Persahabatan Abadi Pianis Rusia dan Komposer Ukraina

Persahabatan Puluhan Tahun
Pianis Rusia Alexey Lubimov telah memukau penggemar di seluruh dunia melalui permainan virtuoso-nya. Pria berusia 80 tahun ini adalah maestro di berbagai aliran musik, tetapi belakangan ia justru menjadi sorotan karena membawakan karya-karya komposer Ukraina berusia 87 tahun, Valentin Silvestrov.

Mereka pertama kali bertemu pada 1968, saat Rusia dan Ukraina masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Silvestrov sering menciptakan komposisi musik khusus untuk dimainkan oleh Lubimov.
Sang pianis Rusia mengaku terpikat oleh karya-karya komposer Ukraina tersebut: Bagi saya, Silvestrov adalah sosok paling berbakat di antara semua komposer muda saat itu. Saya menyaksikan dan mengikuti setiap perubahan gaya musiknya, dari yang sangat avant-garde hingga yang paling mutakhir.

Sebuah Ultimatum
Ikatan lama keduanya mulai diuji pada 2022, ketika negara mereka terlibat dalam konflik terbuka. Silvestrov terpaksa melarikan diri dari Kyiv ke Berlin. Tak lama setelahnya, ia menyatakan kepada sebuah media Jerman, 'Saya tidak ingin lagi orang Rusia memainkan musik Saya.'

Kala itu, Lubimov menyampaikan kepada Silvestrov bahwa ia memahami perasaan sahabatnya tersebut.
Lubimov mengenang betapa Silvestrov merasa sedih dan marah hingga melarang musisi Rusia membawakan karyanya.
Harmoni Melampaui Permusuhan
Namun, Lubimov tetap menyertakan karya Silvestrov dalam repertoarnya. Ia menggelar konser di Moskow pada 2022 untuk mengecam invasi ke Ukraina, aksi yang memicu perhatian polisi Rusia.

Polisi berupaya menghentikan pertunjukan, tetapi Lubimov terus bermain. Meski tidak ditahan, situasi tersebut berisiko berakhir buruk.
Lubimov menegaskan konser harus tetap berjalan demi menjaga musik Silvestrov agar tidak terlupakan. Ia menyatakan bahwa mereka bukanlah musuh bagi sang komposer maupun karyanya.
Ketika rekaman konser tersebut sampai ke tangannya, Silvestrov memberi tahu rekan Rusianya itu bahwa ia merasa sangat bahagia dan bangga.
Silvestrov kini tak lagi melarang teman-teman Rusianya memainkan karya gubahannya. Lubimov mengatakan bahwa ia akan terus memainkan karya tersebut karena menyadari ada begitu banyak hal yang dipertaruhkan.
Silvestrov adalah seorang pembawa pesan, dan saya juga pembawa pesan untuknya, ujar Lubimov. Ia berusaha menyampaikan pesan tersebut kepada para penonton. Pesan yang mustahil diungkapkan lewat kata-kata ini mampu tersampaikan melalui musik yang menyentuh hati.

Dalam beberapa tahun terakhir, penglihatan Lubimov mulai menurun sehingga ia kesulitan melihat tuts piano. Ia sempat pasrah dan ingin pensiun, tetapi kembali berubah pikiran setelah ultimatum Silvestrov mendorongnya menggelar konser perdamaian di Moskow.
Meski tak tahu berapa lama lagi ia sanggup bertahan, Lubimov bertekad untuk terus memainkan karya musik Silvestrov selama fisik dan pikirannya masih memungkinkan.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.



