Musim Nyamuk di Jepang Datang Lebih Cepat Akibat Perubahan Iklim
Peningkatan suhu musim semi menyebabkan nyamuk di Jepang muncul lebih awal dengan mayoritas warga melaporkan gangguan serangga ini sejak akhir Mei. Para ahli memperingatkan bahwa aktivitas nyamuk kini bergeser mengikuti perubahan iklim saat suhu udara mencapai rentang 25 hingga 30 derajat Celsius.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Musim Nyamuk di Jepang Datang Lebih Cepat Akibat Perubahan Iklim

Survei dan Sains: Nyamuk Kini Aktif Lebih Awal
Dalam survei terbaru oleh perusahaan prakiraan cuaca swasta di Jepang, 56 persen responden mengaku sudah digigit atau melihat nyamuk pada akhir Mei.

Shirai Yoshikazu, pakar yang telah meneliti perilaku nyamuk selama lebih dari 30 tahun, menyebutkan bahwa serangga ini kini muncul lebih awal akibat kenaikan suhu musim semi. Ia menjelaskan bahwa nyamuk mulai aktif saat suhu udara berada di kisaran 25 hingga 30 derajat Celsius.

Shirai menyebutkan nyamuk kini aktif dari akhir April hingga akhir Oktober. Hal ini menandai pergeseran nyata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana nyamuk biasanya hanya muncul antara Mei dan September.
Gangguan Serangga bagi Pengunjung Expo
Meningkatnya gangguan ini tidak hanya terbatas di taman dan tepian sungai. Di World Expo 2025 Osaka, kerumunan serangga mirip nyamuk—yang sebenarnya adalah agas tidak menggigit—telah mengganggu kenyamanan pengunjung seiring meningkatnya suhu.
Penyelenggara Expo berjanji akan segera menerapkan langkah-langkah penanggulangan.

Penjualan Pengusir Serangga Melonjak Seiring Cuaca Panas
Merespons kemunculan nyamuk yang lebih dini, sebuah toserba di Tokyo mulai memajang produk pengusir serangga musiman sebulan lebih awal dari biasanya.

Menurut juru bicara toko Honda Koichi, penjualan kategori ini naik 40 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Produk terlaris mencakup pengusir serangga non-listrik serta varian yang aman bagi anak-anak dan hewan peliharaan.

Sains di Balik Daya Tarik Nyamuk
Peneliti di Jepang tengah berupaya mendalami cara nyamuk mendeteksi dan mendekati manusia—pengetahuan yang diharapkan bisa menghasilkan produk pengusir nyamuk yang lebih efektif.
Sebuah proyek kolaborasi antara lembaga riset nasional Riken dan produsen kebutuhan sehari-hari tengah mempelajari bagaimana serangga tersebut merespons berbagai aroma.

Dalam eksperimen tersebut, seekor nyamuk diletakkan pada posisi tetap dengan sayap yang bebas mengepak. Aroma dilepaskan melalui sebuah tabung, sementara sensor mendeteksi arah terbang serangga tersebut. Lampu pada perangkat kemudian menunjukkan apakah nyamuk mencoba mendekati atau justru menjauhi sumber bau.

Namba Aya, anggota tim penelitian tersebut, menjelaskan bahwa mekanisme ketertarikan nyamuk pada manusia belum sepenuhnya dipahami, meski aroma diketahui menjadi salah satu faktor kunci. Ia berharap riset ini dapat mengungkap isyarat mana yang paling diandalkan oleh nyamuk.
Cara Menghindari Gigitan Nyamuk
Para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk beserta ancaman penyakit menular yang dapat disebarkannya.
・Kuras genangan air, seperti bak atau wadah terbuka, yang sering menjadi tempat nyamuk bertelur.
・Jaga kebersihan kaki, karena bau badan — terutama dari area kaki — dikenal sangat memikat perhatian nyamuk.
・Oleskan obat nyamuk di atas lapisan tabir surya, bukan di bawahnya.

Seiring musim nyamuk yang kian panjang, langkah pencegahan sederhana ini dapat membawa dampak yang besar.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

