Jepang Bersiap Hadapi Rekor Panas Ekstrem Akibat Pemanasan Global
Jepang mengantisipasi musim panas dengan suhu yang berpotensi memecahkan rekor seiring meningkatnya frekuensi hari bersuhu mencapai 40 derajat Celsius. Data historis menunjukkan lonjakan signifikan cuaca ekstrem dalam beberapa tahun terakhir dibandingkan statistik Badan Meteorologi sejak 1872.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Jepang Bersiap Hadapi Rekor Panas Ekstrem Akibat Pemanasan Global

Jepang mengalami rekor panas dalam beberapa tahun terakhir. Dipicu oleh pemanasan global dan faktor pendukung lainnya, jumlah hari musim panas dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius atau lebih meningkat tajam.
Suhu ekstrem seperti itu dulunya sangat langka. Selama sekitar 120 tahun sejak Badan Meteorologi Jepang mulai mengumpulkan data pada 1872, suhu tersebut hanya tercatat tiga kali, yakni masing-masing satu hari pada 1927, 1933, dan 1978.
Namun, frekuensinya kini terus meningkat. Pada 2018, suhu harian mencapai 40 derajat atau lebih selama 7 hari, dan pada 2024 selama 4 hari.

Tahun lalu, ambang batas tersebut terlampaui selama 9 hari, menjadikannya angka tahunan tertinggi sejak pendataan dimulai.

Panas ekstrem membahayakan nyawa. Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana melaporkan bahwa 100.510 orang dilarikan ke rumah sakit akibat sengatan panas (heatstroke) di seluruh Jepang dari Mei hingga September tahun lalu. Ini adalah pertama kalinya angka tersebut menembus angka 100.000.
Seberapa Jauh Suhu Akan Terus Melonjak?
JMA merilis prakiraan cuaca tiga bulan pada pertengahan Mei. Lembaga ini memprediksi suhu yang lebih tinggi dari rata-rata di seluruh Jepang untuk periode Juni hingga Agustus.

Menjelaskan prakiraan tersebut, seorang pakar dari Badan Sains dan Teknologi Kelautan-Bumi Jepang menunjuk pada sistem tekanan tinggi Pasifik. Ia menyebutkan bahwa pola cuaca yang diperkirakan bakal memicu kenaikan suhu saat bergerak melintasi wilayah Jepang.
Fenomena El Nino yang diprediksi muncul pada musim panas ini juga turut dipantau. El Nino terjadi saat suhu permukaan laut di sekitar khatulistiwa di lepas pantai Peru meningkat di atas rata-rata—sebuah tren yang biasanya identik dengan musim panas sejuk di Jepang. Namun, pakar yang sama menyebutkan bahwa El Nino tahun ini diperkirakan tidak akan mengikuti pola umum, sehingga kecil kemungkinan bakal menurunkan suhu dalam beberapa bulan ke depan.
Di saat yang sama, kenaikan suhu permukaan laut di sekitar khatulistiwa di Samudra Hindia bagian barat menjadi faktor lain yang dapat meningkatkan suhu udara di Jepang.

Pada musim panas 2023, seluruh kondisi ini terjadi secara bersamaan, menghasilkan suhu rata-rata tertinggi sejak pencatatan statistik dimulai.
Pakar tersebut mengimbau masyarakat untuk bersiap siaga demi melindungi keselamatan diri, termasuk melakukan langkah pencegahan sengatan panas.
Cara Menghadapi Panas Ekstrem
Meteorolog NHK World, Jonathan Oh, menyoroti beberapa langkah kunci agar tetap aman. Ia menekankan pentingnya menjaga hidrasi, tetap berada di ruangan ber-AC, serta menghindari alkohol dan paparan sinar matahari terik. Ia juga mendesak masyarakat untuk tetap waspada meski berada di dalam ruangan, seraya memperingatkan bahwa sinar matahari langsung yang menembus jendela pun dapat mendatangkan risiko.

Memahami situasi mendatang juga tak kalah penting. Agar tetap waspada, Oh menyarankan untuk memantau situs web Heat Illness Prevention Information milik Kementerian Lingkungan Hidup. Situs ini menyajikan informasi peringatan stres panas serta risiko sengatan panas (heatstroke).
Referensi bermanfaat lainnya adalah Tokyo WBGT Map yang dirilis secara daring oleh Pemerintah Metropolitan Tokyo. Peta ini menampilkan indeks panas berdasarkan suhu, kelembapan, dan berbagai faktor lainnya.

Peta digital tersebut membagi wilayah Tokyo ke dalam petak-petak berukuran 1 kilometer. Indeks panasnya menggunakan kode warna dalam 16 tingkatan berdasarkan risiko heatstroke, mulai dari kategori hampir aman hingga bahaya tingkat bencana.
Otoritas Tokyo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan peta ini sebagai rujukan sebelum bepergian atau saat merencanakan jadwal perjalanan.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
