Video Prakiraan Cuaca 2050 Peringatkan Memburuknya Pemanasan Global
Organisasi Jepang merilis video prakiraan cuaca fiktif untuk 2050 bersama PBB dan lembaga penelitian. Video itu menggambarkan panas ekstrem dan topan kuat jika emisi karbon dioksida tidak berkurang.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Video Prakiraan Cuaca 2050 Peringatkan Memburuknya Pemanasan Global
Sebuah organisasi Jepang yang menangani langkah-langkah terhadap perubahan iklim merilis video berisi prakiraan cuaca fiktif untuk tahun 2050. Video itu dibuat bersama Pusat Informasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, University of Tokyo, National Institute for Environmental Studies, dan pihak lainnya.
Video tersebut ditayangkan kepada media pada hari Senin.
Berdasarkan studi terbaru, para ahli memproyeksikan kondisi cuaca di Jepang pada 8 Agustus 2050 jika laju emisi karbon dioksida tetap tidak berubah. Dalam video, seorang penyiar prakiraan cuaca mengatakan suhu 40 derajat Celsius atau lebih telah tercatat di 157 lokasi, dari Hokkaido di utara hingga Kyushu di barat daya, dan suhu tertinggi diperkirakan mencapai 43 derajat di Kota Isesaki, Prefektur Gunma.
Penyiar itu mengatakan masyarakat sangat diimbau untuk menahan diri keluar rumah dari pukul 11.00 hingga 15.00, pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak ditutup, serta kegiatan di luar ruangan dan pekerjaan pertanian di lahan tanpa naungan dilarang keras. Ia memperingatkan bahwa lonjakan jumlah orang yang menderita heatstroke membebani petugas paramedis.
Akibatnya, di Tokyo ambulans mungkin butuh lebih dari satu jam untuk tiba.
Penyiar itu juga mengatakan topan kuat dengan kecepatan angin maksimum 216 kilometer per jam sedang mendekati wilayah Shikoku di Jepang bagian barat. Kecepatan hembusan angin maksimum diperkirakan mencapai 360 kilometer per jam, yang dapat merobohkan menara baja dan mencabut atap.
Gelombang badai setinggi lebih dari lima meter kemungkinan besar terjadi di Teluk Osaka.
Video itu menekankan perlunya mekanisme untuk mengurangi emisi karbon dioksida yang menyebabkan pemanasan global. Video ini merupakan versi terbaru dari WMO Weather Report 2050 yang dibuat pada 2014 oleh lembaga iklim PBB, World Meteorological Organization, dan pihak lainnya.
Versi asli menyatakan suhu di Tokyo akan mencapai 30 derajat atau lebih selama lebih dari 50 hari berturut-turut hingga pekan ekuinoks pada September 2050. Namun, suhu sudah melampaui prediksi tersebut pada 2023.
Profesor Emori Seita dari Institute for Future Initiatives, University of Tokyo, mengawasi pembuatan video baru ini. Emori mengatakan kenaikan suhu rata-rata global diperkirakan tidak hanya meningkatkan pasien heatstroke, tetapi juga meningkatkan penyakit menular, sambil menekankan bahwa pemanasan global harus dihentikan.
Ia berharap video ini membuka kesempatan untuk mempercepat transformasi masyarakat menjadi masyarakat yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-08-04T07:01:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
