Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

AS dan Tiongkok Sepakati Penangguhan Tarif: Apa Maknanya bagi Jepang?

Amerika Serikat dan Tiongkok menyepakati penangguhan tarif selama 90 hari dengan pemotongan bea masuk besar-besaran guna meredakan tensi perdagangan kedua negara. Meski demikian, sejumlah hambatan tetap tersisa termasuk tarif impor kendaraan asal Tiongkok sebesar 25 persen yang masih berlaku.

NHK WORLD5 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Visual Utama

AS dan Tiongkok Sepakati Penangguhan Tarif: Apa Maknanya bagi Jepang?

Tutup
Ilustrasi negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Dua Ekonomi Terbesar Dunia Berupaya Redakan Konflik

Kesepakatan tersebut tercapai usai perwakilan kedua negara melakukan negosiasi di Swiss.

Kedua belah pihak menyepakati penangguhan bea masuk tertentu selama 90 hari. Berdasarkan pernyataan bersama, AS akan memangkas tarif barang-barang asal Tiongkok dari posisi saat ini 145 persen menjadi 30 persen, sementara Tiongkok bakal mengurangi pungutan tambahan bagi impor dari Amerika, dari 125 persen menjadi 10 persen.

Para pengamat menilai masih banyak ganjalan yang harus diatasi kedua pihak dalam perundingan dagang ini. Sebagai contoh, kendaraan asal Tiongkok masih dibebani tarif 25 persen, sesuai kebijakan AS pada April lalu yang menyasar seluruh impor mobil dan sejumlah suku cadang otomotif.

Ekonomi AS dan Tiongkok Lesu Akibat Kekhawatiran Tarif

Faktor utama di balik tercapainya kesepakatan kilat ini adalah kekhawatiran akan resesi ekonomi serta potensi dampak politik yang mungkin membayangi pemerintahan Trump.

Ekonomi AS mencatatkan pertumbuhan negatif pada kuartal pertama tahun ini, dipicu oleh kecemasan pasar terhadap tarif. Para importir pun bergegas mendatangkan barang dari luar negeri sebelum pungutan baru tersebut resmi berlaku pada April.

Pelabuhan Los Angeles mulai mencatat penurunan volume kargo yang signifikan tahun ini.
Pelabuhan Los Angeles mulai mencatat penurunan volume kargo yang signifikan tahun ini.

Saat ini, Pelabuhan Los Angeles mengalami penurunan volume kargo yang signifikan. Direktur eksekutifnya menyebut aktivitas pelabuhan bisa merosot 35 hingga 45 persen jika tidak ada perubahan drastis pada kebijakan tarif AS.

Sentimen konsumen pun mulai mendingin; angka di bulan April anjlok hampir 8 persen dibanding bulan sebelumnya menurut survei terbaru University of Michigan.

Produsen mobil AS turut merasakan dampaknya. Pejabat Ford menyatakan biaya tambahan dari tarif mobil dan suku cadang diperkirakan mencapai 2,5 miliar dolar, yang akan memangkas laba yang disesuaikan sekitar 1,5 miliar dolar. General Motors pun telah menurunkan proyeksi pendapatannya.

Ekonomi Tiongkok juga terpukul. Indeks manajer pembelian manufaktur negara tersebut jatuh ke level terendah dalam 16 bulan pada April, menandakan perlambatan yang nyata.

AS Umumkan Kesepakatan Dagang dengan Inggris

Sebelum kesepakatan AS-Tiongkok, Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Inggris pada Kamis—perjanjian pertama sejak ia memberlakukan pungutan besar-besaran terhadap mitra dagang Amerika bulan lalu.

Bea masuk kendaraan Inggris akan turun dari 25 menjadi 10 persen dengan kuota tahunan 100.000 unit. Kedua belah pihak juga sepakat menghapus tarif produk baja dan aluminium. Namun, tarif dasar 10 persen yang diterapkan AS pada semua mitra dagang tetap berlaku.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer

Trump memuji kesepakatan tersebut sebagai sebuah terobosan besar, sementara Perdana Menteri Inggris Keir Starmer meyakinkan para pekerja di sebuah pabrik otomotif di Inggris bahwa perjanjian itu akan membawa keuntungan bagi mereka.

Pergeseran Prioritas Trump?

Kesepakatan dagang dengan Inggris dan Tiongkok ini mungkin mengisyaratkan adanya pergeseran dalam prioritas kebijakan Trump.

Selama tiga bulan ke depan, sang presiden akan mengalihkan fokusnya ke Capitol Hill demi meloloskan paket pemotongan pajak. Kebijakan ini merupakan salah satu pencapaian terbesar Partai Republik pada periode pertama jabatan Trump, dan kini mereka berupaya mempermanenkan sejumlah poin pemotongan pajak tersebut.

Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap Trump terus merosot. Berdasarkan data RealClear Politics, angka kepuasan terhadapnya pada pekan pertama Mei berada di kisaran 45 persen.

AS dan Tiongkok Sepakati Penangguhan Tarif: Apa Maknanya bagi Jepang? - visual artikel

Hasil jajak pendapat terkait isu ekonomi bahkan menunjukkan kondisi yang lebih buruk. Jajak Pendapat AP-NORC bulan Mei, yang didanai oleh Associated Press dan NORC di University of Chicago, mengungkapkan bahwa hanya 36 persen responden yang menyetujui langkah ekonomi presiden, sementara 63 persen lainnya menyatakan tidak setuju.

Kritik bahkan mulai bermunculan dari kalangan yang sebelumnya mendukung Trump selama kampanye pemilihan presiden. Tokoh Wall Street yang berpengaruh sekaligus CEO JP Morgan Chase, Jamie Dimon, menyebut strategi tarif awal Trump terlalu besar, luas, dan agresif, meskipun ia tetap mengakui tujuan jangka panjang untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan AS.

Sejumlah analis merasa optimis namun tetap waspada bahwa Trump mulai melunakkan sikapnya terkait kebijakan tarif, dan kemungkinan akan mempertahankan tren ini bahkan setelah masa jeda 90 hari antara AS dan Tiongkok berakhir.

Potensi Dampak bagi Jepang

Sejumlah ekonom tengah menganalisis kesepakatan dagang AS dengan Tiongkok dan Inggris, sembari mencermati dampaknya terhadap negosiasi dagang AS-Jepang yang masih berlangsung.

Beberapa pihak menyoroti kesepakatan AS-Inggris, di mana AS setuju memangkas tarif mobil dari 25 persen menjadi 10 persen. Penghapusan tarif ekspor mobil ke AS sendiri telah menjadi prioritas utama Jepang.

Namun, terdapat perbedaan besar dalam volume ekspor: Inggris hanya mengirim sekitar 100.000 kendaraan, jauh di bawah Jepang yang mencapai 1,33 juta unit.

Pihak lain menyambut positif kesepakatan AS-Tiongkok serta kemungkinan dampak baiknya bagi perekonomian Jepang.

Kiuchi Takahide, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute
Kiuchi Takahide, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute

Kiuchi Takahide, ekonom eksekutif di Nomura Research Institute, memperkirakan bahwa jika kesepakatan bilateral tersebut diperpanjang melampaui masa jeda 90 hari, dampak negatif bagi ekonomi Jepang akan berkurang hingga separuhnya.

Kendati demikian, para ekonom termasuk Kiuchi memperingatkan agar tidak terlalu cepat bersikap optimis. Tidak ada jaminan kesepakatan AS-Tiongkok akan berlanjut karena kedua negara masih harus membahas persaingan di sektor lain, seperti semikonduktor mutakhir dan logam tanah jarang.

Mereka juga mencatat bahwa AS mungkin tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Jepang jika dibandingkan dengan perundingan dagang dengan Tiongkok, di mana pemerintahan Trump mungkin lebih didorong oleh tren ekonomi domestik yang mengkhawatirkan.

Putaran Perundingan Dagang Berikutnya

Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Akazawa Ryosei (kanan) bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent (tengah) untuk perundingan dagang pada bulan Mei.
Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Akazawa Ryosei (kanan) bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent (tengah) untuk perundingan dagang pada bulan Mei.

Negosiator utama sekaligus Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Akazawa Ryosei berencana menggelar putaran perundingan dagang berikutnya dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent paling cepat pertengahan Mei.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa negosiator dagang Jepang kemungkinan akan menawarkan bantuan bagi industri galangan kapal AS, mencakup peningkatan kapasitas perbaikan dan penguatan rantai pasok.

Jepang juga dilaporkan bersedia memberikan bantuan terkait kapal pemecah es untuk digunakan di Lingkaran Arktik.

Menurut sumber tersebut, pihak Jepang menyatakan keinginan untuk melihat peningkatan investasi otomotif di AS demi meyakinkan pemerintahan Trump agar mengubah sikapnya terkait tarif.

Perdana Menteri Jepang Ishiba Shigeru bersikap tegas dengan menyatakan bahwa negaranya akan terus menuntut penghapusan penuh pungutan tersebut.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.