Paus Fransiskus Wafat, Jepang Berduka Kenang Sosok Pembawa Harapan
Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun setelah mendedikasikan hidupnya untuk isu kemanusiaan dan perdamaian dunia. Masyarakat Jepang memberikan penghormatan terakhir di Katedral Santa Maria Tokyo serta mengibarkan bendera setengah tiang di World Expo Osaka.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Paus Fransiskus Wafat, Jepang Berduka Kenang Sosok Pembawa Harapan

Secercah Harapan
Jepang memiliki sekitar 440.000 umat Katolik. Kabar duka ini tersiar di penghujung jam kerja, mendorong para pelayat mendatangi Katedral Santa Maria di Tokyo untuk memberikan penghormatan terakhir dan berdoa dalam keheningan. Paus Fransiskus sendiri pernah mengunjungi katedral tersebut dalam perjalanannya ke Jepang enam tahun silam.

Seorang wanita yang mengunjungi katedral: 'Kepergian beliau memang sudah diperkirakan, namun tetap terasa mengejutkan. Saya sering datang ke sini untuk misa dan memutuskan hadir malam ini guna mendoakan Fransiskus. Beliau adalah secercah harapan, sosok yang menguatkan saya melewati masa-masa sulit. Meski sedih, saya berusaha tetap tegar karena saya rasa itulah yang beliau inginkan.'
Di World Expo Osaka, bendera Vatikan dikibarkan setengah tiang. Banyak pengunjung menuliskan pesan pada buku belasungkawa yang disediakan di lokasi tersebut.

Pejuang Penghapusan Senjata Nuklir
Para penyintas bom atom di Jepang turut berduka atas wafatnya Paus. Saat mengunjungi Hiroshima dan Nagasaki pada 2019, Fransiskus menyerukan penghapusan senjata nuklir. Kajimoto Yoshiko, penyintas yang kini berusia 94 tahun, sempat berbincang dengan Paus dalam kunjungan tersebut.

Kajimoto mengenang saat Paus Fransiskus menjabat tangannya. Baginya, Paus adalah sosok yang sangat hangat, layaknya seorang ayah. Ia ingat betul pesan Paus bahwa perdamaian tidak mungkin terwujud selama senjata nuklir masih ada. Kajimoto bertekad untuk terus menyebarkan pesan tersebut selama ia mampu.

Gubernur Prefektur Hiroshima, Yuzaki Hidehiko, menyatakan bahwa di tengah situasi keamanan global yang sulit dan ketegangan nuklir yang memuncak, pesan Paus di Hiroshima menjadi sangat krusial. Paus sempat mempertanyakan Bagaimana perdamaian bisa diusulkan jika ancaman perang nuklir terus dijadikan solusi konflik yang sah. Beliau berharap tragedi Hiroshima mengingatkan dunia akan batas yang tidak boleh dilanggar. Hiroshima tetap berkomitmen pada penghapusan senjata nuklir dan perdamaian abadi, seraya menyampaikan rasa hormat serta duka cita mendalam atas wafatnya Paus.
Hukuman Mati Tidak Bisa Diterima
Belas kasih Paus menyentuh banyak orang di seluruh dunia, termasuk seorang pria di Jepang yang akhirnya dibebaskan setelah puluhan tahun menanti eksekusi mati.
Paus Fransiskus merevisi ajaran Gereja Katolik pada 2018 dan menyatakan bahwa hukuman mati tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun. Beliau menjadi pelopor gerakan global untuk menghapus hukuman mati di seluruh dunia.
Hakamada Iwao dituduh membunuh satu keluarga beranggotakan empat orang di Prefektur Shizuoka pada 1966 dan sempat dijatuhi hukuman mati. Namun, melalui persidangan ulang tahun lalu, ia akhirnya dinyatakan tidak bersalah.
Pria berusia 89 tahun itu menghabiskan hampir setengah abad di penjara dan menjalani baptis selama masa penahanannya. Ia sempat diundang ke misa di Tokyo saat kunjungan Paus ke Jepang pada 2019. Pada Februari tahun ini, atas permintaan langsung dari Paus, Vatikan mengirimkan sepucuk surat dan sebuah rosario kepada Hakamada sebagai bentuk perayaan atas kebebasannya.

Kakak perempuannya, Hideko, menyampaikan duka atas wafatnya Paus: Saya sempat mendengar beliau dirawat di rumah sakit, namun saya tetap terkejut mendengar kabar kepergiannya yang tiba-tiba. Saya sangat berterima kasih karena beliau pernah mengundang kami ke misa dan memberikan perhatian yang tulus. Itu sungguh menyejukkan hati.
Reaksi Pemimpin Negara-Negara Asia-Pasifik
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan: Rakyat Filipina akan selalu mengenang Paus Fransiskus dan pesannya kepada umat di Filipina untuk terus menjangkau mereka yang terpinggirkan, serta bekerja sama melindungi lingkungan. Saya mencintai Paus ini. Bagi saya, beliau adalah Paus terbaik sepanjang hidup saya. Lebih dari 80% penduduk Filipina beragama Katolik, menjadikannya negara Kristen terbesar di Asia.
Presiden Taiwan Lai Ching-te mengunggah pesan di media sosial bahwa pihaknya akan terus mengambil inspirasi dari komitmen seumur hidup beliau terhadap perdamaian, solidaritas global, dan kepedulian bagi kaum yang membutuhkan. Vatikan adalah satu-satunya negara di Eropa yang menjalin hubungan diplomatik dengan Taiwan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan bahwa Paus pertama dari Belahan Bumi Selatan ini memiliki kasih sayang terhadap kemanusiaan yang sangat kuat dan mendalam.
Ia menutup pernyataan tersebut dengan mengutip khotbah Paskah terakhir sang Paus: Cahaya tetap bersinar dengan tenang meski kita berada dalam kegelapan; janji akan kehidupan baru dan dunia yang akhirnya terbebas sedang menanti kita; serta awal yang baru, betapapun mustahilnya itu terlihat, dapat mengejutkan kita karena Kristus telah menang atas maut.

Tonton video: https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/videos/20250421204159825/index.html
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

