Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Harapan di Tengah Puing Gaza: Kisah Roaa Belajar Bahasa Jepang Lewat Gelombang Radio

Di tengah kecamuk perang Gaza, Roaa yang berusia 17 tahun tetap teguh mendalami bahasa Jepang menggunakan siaran radio NHK World. Meski harus mengungsi dan kehilangan akses internet, semangatnya untuk masa depan lebih baik tidak padam.

NHK WORLD4 mnt

Bagikan Artikel

Seorang remaja perempuan di Gaza sedang mendengarkan radio untuk belajar bahasa Jepang.

Visual Utama

Harapan di Tengah Puing Gaza: Kisah Roaa Belajar Bahasa Jepang Lewat Gelombang Radio

Tutup
Seorang remaja perempuan di Gaza sedang mendengarkan radio untuk belajar bahasa Jepang.

Remaja 17 tahun penggemar anime ini biasanya belajar bahasa Jepang secara daring. Namun, saat konflik pecah pada Oktober 2023, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi dari rumah mereka. Sejak saat itu, mereka terus berpindah-pindah, bertahan hidup di kamp pengungsian dan menumpang di rumah teman.

Roaa sempat khawatir kehilangan akses untuk melanjutkan pelajaran bahasa Jepangnya. Di tengah melonjaknya jumlah korban jiwa di Jalur Gaza, bertahan hidup memang menjadi prioritas utama. Namun, seiring waktu, ia menemukan cara untuk tetap belajar melalui program bahasa Jepang NHK World.

Belajar Bahasa Jepang melalui Gelombang Radio

Saat internet terputus setelah perang pecah, saya sempat mengira tidak bisa lagi belajar bahasa Jepang. Namun kemudian saya menemukan siaran Radio NHK World yang mengajarkan bahasa Jepang. Saya seolah tidak percaya, ungkap Roaa.

Tim layanan bahasa Arab NHK World pertama kali menerima pesan dari Roaa pada musim panas lalu. Ia bercerita tentang minatnya pada budaya dan bahasa Jepang yang ia pelajari secara autodidak lewat internet.

Kini, ia mulai bisa mengakses internet sesekali. Berbekal program Easy Japanese dari NHK World, Roaa melanjutkan studinya. Ia kerap mengirim pesan untuk bertanya soal tata bahasa dan cara mengasah kemampuan menulisnya.

Tim bahasa Arab NHK World melakukan wawancara daring dengan Roaa untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisinya saat ini.

Karima dari tim bahasa Arab NHK World berbincang dengan Roaa melalui sambungan daring.
Karima dari tim bahasa Arab NHK World berbincang dengan Roaa melalui sambungan daring.

Hidup di Tengah Kesulitan

Roaa menceritakan kisahnya tumbuh besar dalam suasana yang relatif damai di Jalur Gaza bersama orang tua serta lima saudaranya—dua perempuan dan tiga laki-laki.

Sejak pertempuran meletus, ia dan keluarganya telah mengungsi sebanyak 11 kali, berpindah-pindah mulai dari sekolah hingga rumah sakit. Di sana, listrik sering kali padam, makanan langka dan mahal, serta bantuan kemanusiaan harus didapat melalui antrean panjang.

Rumah mereka kini hancur sebagian, termasuk kamarnya sendiri. Saat mengungsi dalam ketergesaan, Roaa hanya sempat membawa perlengkapan seadanya, sementara buku catatan bahasa Jepangnya tertinggal.

'Ada banyak hal yang saya rindukan, terutama buku catatan yang tertinggal di rumah. Meski mungkin penuh dengan coretan yang salah, saya sangat ingin bisa membacanya kembali.'

Ketika mereka kembali untuk menilik kondisi rumah, kamarnya sudah hangus terbakar dan buku catatan tersebut tidak berhasil ditemukan.

Roaa merindukan suasana rumahnya.
Roaa merindukan suasana rumahnya.

Kebahagiaan Belajar Bahasa Jepang

Sebagai pencinta anime, Roaa mengaku selalu terpikat oleh budaya Jepang, khususnya bahasanya. Ia sangat menyukai bunyi dan pelafalannya.

Ia baru berusia 14 tahun ketika mulai belajar bahasa Jepang secara otodidak melalui video daring gratis. Di tengah kesulitan hidup yang luar biasa, aktivitas belajar ini menjadi sumber kegembiraan yang sangat ia butuhkan.

'Saat itu saya sedang memindah-mindahkan saluran radio untuk mencari siaran berita,' kenang Roaa. 'Tiba-tiba, saya mendengar suara dalam bahasa Jepang. Saya mulai merekam pelajaran itu setiap minggu lewat ponsel, mendengarkannya berulang kali, dan mencatat isinya. Hal itu membantu saya menemukan kembali harapan.'

Begitu mendapat akses internet, ia langsung memeriksa situs web program tersebut dan mengunduh naskahnya untuk mencocokkan catatannya. Ia sangat menikmati rutinitas itu.

Ruang belajar Roaa
Ruang belajar Roaa

Roaa kini tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir demi masuk universitas. Meski sekolahnya ditutup akibat konflik, ia tetap belajar secara mandiri. Cita-citanya adalah menjadi penerjemah lisan bahasa Inggris dan Jepang.

Dalam bahasa Jepang, ia menuturkan: 'Daigaku de Nihongo wo benkyo shitai desu' (Saya ingin belajar bahasa Jepang di universitas).

*Silakan dengarkan suara Roaa dengan mengeklik video (hanya berisi rekaman audio).

Bagi Roaa, belajar bukan sekadar beban. Hal itu memberinya tujuan masa depan, sesuatu yang sangat ia butuhkan untuk melewati masa-masa sulit saat ini.

Buku catatan bahasa Jepang baru milik Roaa
Buku catatan bahasa Jepang baru milik Roaa

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Dalam email pada bulan Januari, setelah pengumuman kesepakatan gencatan senjata enam minggu, Roaa menulis: 'Saya sangat senang saat mendengar kabar ini. Akhirnya saya merasa penuh harapan. Suasana di Gaza saat ini penuh dengan kegembiraan. Jalanan kembali hidup dengan lagu-lagu patriotik dan takbir masjid yang mengungkapkan sukacita warga.'

Ia menantikan saat berkumpul kembali dengan kakek-nenek, paman, dan bibinya yang terpisah akibat konflik tersebut.

Pada 18 Maret, saat pasukan Israel melanjutkan serangan, Roaa mengabarkan bahwa ia dan keluarganya dalam keadaan selamat.

'Saat serangan kembali terjadi, saya merasa sangat frustrasi dan tidak ingin belajar. Saat ini saya hanya menunggu keadaan kembali seperti dulu. Mengenai keseharian, tidak ada lagi hal yang membuat saya gembira,' ujarnya dalam sebuah wawancara video.

Namun meski di tengah masa sulit, Roaa tetap bertekad untuk masuk universitas dan menjadi penerjemah. Ujian akhir tahunnya dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni.

Saya berharap gencatan senjata terus berlanjut dan sekolah segera dibuka kembali, karena saat ini saya tidak bisa bersekolah untuk menyiapkan ujian yang kian dekat. Meski di tengah ketidakpastian, saya tetap bertekad melanjutkan studi. Gaza saat ini memang tidak kondusif untuk belajar maupun bekerja, namun saya mengharapkan masa depan yang lebih baik, ungkapnya.

Roaa saat sedang belajar bahasa Jepang
Roaa saat sedang belajar bahasa Jepang

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Pranala Sumber

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.