Akazawa Ryosei Temui Trump, Jepang Desak AS Tinjau Ulang Kebijakan Tarif
Menteri Revitalisasi Ekonomi Akazawa Ryosei bertemu Presiden Donald Trump untuk membahas dampak tarif perdagangan terhadap investasi Jepang di Amerika Serikat. Kedua pihak sepakat mempercepat negosiasi guna mencapai kesepakatan bilateral yang konstruktif dalam waktu dekat.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Akazawa Ryosei Temui Trump, Jepang Desak AS Tinjau Ulang Kebijakan Tarif

Akazawa, yang memimpin delegasi Jepang, mengadakan pembicaraan dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer. Menteri Jepang tersebut juga sempat bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih sebelum negosiasi tingkat menteri dimulai.
Akazawa: Jepang dan AS Sepakat Segera Rampungkan Perjanjian
Menteri Jepang tersebut mendesak AS untuk meninjau kembali kebijakan tarifnya karena langkah tersebut akan berdampak pada investasi Jepang di AS. Ia menyayangkan pengenaan tarif untuk mobil, baja, dan aluminium, serta wacana tarif timbal balik sebesar 10 persen.
Usai negosiasi bilateral, Akazawa menyampaikan kepada wartawan bahwa kedua pihak sepakat untuk menggelar pembicaraan yang jujur dan konstruktif demi mencapai kesepakatan sesegera mungkin di tingkat pemimpin negara.

Akazawa menambahkan bahwa mereka juga sepakat untuk menjadwalkan putaran pembicaraan berikutnya sebelum akhir bulan ini, serta melanjutkan diskusi tingkat teknis di samping pertemuan tingkat menteri.
'Pemahaman saya adalah AS ingin merampungkan kesepakatan ini dalam waktu 90 hari,' ujar sang menteri.
Mengenai pertemuannya dengan Presiden Trump, Akazawa menyatakan telah menyampaikan pesan Perdana Menteri Ishiba Shigeru tentang keinginan untuk segera mewujudkan perjanjian komprehensif antara Jepang dan AS demi memperkuat ekonomi kedua negara.
Akazawa juga mengungkapkan rasa syukur karena Presiden Trump telah meluangkan waktu untuk menemuinya secara langsung. Ia menyebut bahwa Trump menganggap pembicaraan dengan Jepang sebagai prioritas utama.
Usai pertemuan tersebut, Trump mengunggah pesan di media sosial bahwa merupakan kehormatan besar baginya dapat bertemu dengan Delegasi Perdagangan Jepang, seraya menyebutkan adanya kemajuan signifikan.

Ishiba: Masih Ada Perbedaan Pandangan
Perdana Menteri Ishiba menyatakan telah berbicara dengan Akazawa setelah pertemuan di Washington. Ia mencatat bahwa masih terdapat perbedaan pandangan di antara kedua negara.
Ia menyadari bahwa pembicaraan tersebut akan berlanjut ke babak negosiasi berikutnya dan mengapresiasi perkembangan itu. Ishiba juga tengah mempertimbangkan waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Amerika Serikat agar dapat bertemu langsung dengan Presiden Trump.

Media Korea Selatan: Negosiasi Tarif Jepang-AS Jadi Bahan Rujukan
Pembicaraan tarif antara Jepang dan Amerika Serikat menarik perhatian besar di Korea Selatan menjelang rencana kunjungan menteri keuangan serta menteri perindustrian negara tersebut ke Washington pekan depan.
Media Korea Selatan sebelumnya melaporkan bahwa Wakil Perdana Menteri Choi Sang-mok, yang juga menjabat Menteri Ekonomi dan Keuangan, akan berdiskusi dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pekan depan. Laporan itu juga menyebut bahwa Menteri Perindustrian Ahn Duk-geun kemungkinan mengunjungi AS paling cepat pekan depan untuk menemui Menteri Perdagangan Howard Lutnick dan pejabat senior lainnya.
Pada hari Kamis, berbagai media Korea Selatan melaporkan perkembangan hasil negosiasi tarif Jepang-AS di Washington sebagai berita terkini.
Kantor Berita Yonhap menyatakan bahwa negosiasi tersebut menarik perhatian karena akan menjadi referensi penting bagi Korea Selatan menjelang kunjungan para menteri ke AS.
Lembaga penyiaran publik Korea Selatan, KBS, melaporkan bahwa Jepang dan AS telah sepakat untuk mengatur pertemuan negosiasi berikutnya pada akhir bulan ini.
Kabarnya, para pejabat Jepang tampak terkejut dengan keikutsertaan Presiden Donald Trump dalam pembicaraan tersebut, karena mereka awalnya hanya mengharapkan pertemuan di tingkat menteri.
Lembaga penyiaran tersebut menyebutkan bahwa pertemuan pertama ini tampaknya masih bersifat penjajakan.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.11 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
