Simposium di Dekat Gunung Fuji Membahas Kesiapsiagaan Bencana Gunung Berapi
Para ahli dari Jepang dan luar negeri berkumpul di Kota Fujiyoshida untuk membahas langkah kesiapsiagaan bencana gunung berapi. Acara ini digelar bertepatan dengan Hari Kesiapsiagaan Bencana Gunung Berapi di Jepang pada 26 Agustus.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Simposium di Dekat Gunung Fuji Membahas Kesiapsiagaan Bencana Gunung Berapi
Para ahli dari Jepang dan luar negeri membahas langkah-langkah kesiapsiagaan bencana gunung berapi dalam sebuah simposium di Kota Fujiyoshida, Prefektur Yamanashi, yang terletak di kaki Gunung Fuji, pada hari Rabu.
Tanggal 26 Agustus merupakan Hari Kesiapsiagaan Bencana Gunung Berapi di Jepang. Sekitar 170 orang berpartisipasi dalam acara tersebut, termasuk para ahli vulkanologi dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.
Pertemuan ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Gunung Fuji milik prefektur tersebut beserta badan-badan lainnya.
Dalam simposium itu, seorang peneliti dari Meksiko menyampaikan bahwa saat erupsi terjadi di negaranya pada tahun 2000, lebih dari 40.000 orang berhasil dievakuasi dengan memanfaatkan rute evakuasi, peta kawasan rawan bencana, dan materi pendukung yang telah disusun sebelumnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Kesiapsiagaan Bencana Kota Kagoshima untuk Gunung Sakurajima menjelaskan rencana evakuasi wilayahnya. Rencana tersebut menetapkan rute evakuasi, sarana transportasi, dan rincian lain yang disesuaikan dengan tingkat peringatan.
Aktivitas vulkanik saat ini masih terus berlanjut di Sakurajima.
Ia menunjukkan bahwa banyak gunung berapi, termasuk Gunung Fuji, belum meletus sejak jaringan pengamatan modern dikembangkan. Menurutnya, hal terpenting adalah menjalankan serangkaian simulasi untuk mengidentifikasi area tempat masyarakat perlu siaga, sehingga evakuasi dapat segera dimulai ketika timbul anomali seperti peningkatan gempa bumi yang mengindikasikan potensi erupsi.
Yoshimoto Mitsuhiro dari lembaga penelitian Prefektur Yamanashi menyampaikan bahwa Gunung Fuji belum meletus selama sekitar 300 tahun. Ia menegaskan lembaga tersebut akan terus mendorong langkah-langkah kesiapsiagaan bencana dengan memanfaatkan pengetahuan tentang gunung berapi yang diperoleh dari Jepang dan luar negeri.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-08-26T21:05:41.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
