Pekerja Jepang Dirawat di Rumah Sakit Usai Penggalian Senjata Kimia Masa Perang di Tiongkok
Dua pekerja Jepang sempat dirawat di rumah sakit di Tiongkok setelah terpapar zat kimia dari peluru meriam sisa Perang Dunia II di Provinsi Jilin.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Pekerja Jepang Dirawat di Rumah Sakit Usai Penggalian Senjata Kimia Masa Perang di Tiongkok
Dua pekerja asal Jepang dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit di Tiongkok akibat luka-luka yang diderita saat melakukan penggalian senjata kimia peninggalan militer Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia Kedua.
Kantor Kabinet Jepang menyatakan bahwa para pekerja tersebut mengalami pembengkakan pada tangan dan gejala lainnya setelah zat kimia bocor dari peluru meriam yang ditemukan di Provinsi Jilin, timur laut Tiongkok, pada 26 Mei lalu.
Para pekerja diduga sempat terpapar zat kimia yang bocor pada pakaian pelindung mereka saat proses penggalian tersebut.
Setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, kedua pekerja tersebut kini telah kembali ke Jepang.
Pemerintah Jepang terus berupaya memusnahkan senjata kimia yang tertinggal di Tiongkok dengan menyediakan dana, teknologi, serta tenaga ahli di bawah kerangka Konvensi Senjata Kimia.
Kantor Kabinet menyebutkan bahwa sekitar 118.000 selongsong peluru telah dimusnahkan hingga akhir Maret tahun lalu.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-06-04T11:37:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
