Majelis Rendah Jepang Mulai Bahas RUU Pembentukan Badan Intelijen Nasional
Majelis Rendah Jepang mulai membahas RUU pembentukan badan intelijen nasional yang diproyeksikan menjadi pusat koordinasi pengumpulan dan analisis informasi terkait keselamatan publik serta keamanan nasional.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Majelis Rendah Jepang Mulai Bahas RUU Pembentukan Badan Intelijen Nasional
Majelis Rendah Jepang mulai membahas RUU untuk membentuk badan intelijen nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan intelijen negara tersebut. Perdana Menteri Takaichi Sanae menegaskan badan yang diusulkan itu akan mengoordinasikan kegiatan pengumpulan informasi pemerintah tanpa melanggar privasi masyarakat secara tidak perlu.
Pemerintah memosisikan badan intelijen nasional yang diusulkan itu sebagai pusat komando untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi terkait keselamatan publik dan keamanan nasional. Saat ini, informasi semacam itu masih dikumpulkan secara terpisah oleh Badan Kepolisian Nasional, Badan Intelijen Keamanan Publik, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan lembaga lainnya.
Dalam sidang pleno Majelis Rendah pada Kamis, anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal, Hatoyama Jiro, meminta pandangan perdana menteri mengenai perlunya memperkuat kemampuan intelijen Jepang. Ia menyinggung meningkatnya aktivitas militer China, langkah Korea Utara yang mempercepat pengembangan nuklir dan misil, serta ketidakstabilan di Timur Tengah.
Takaichi mengatakan Jepang perlu meningkatkan kemampuan mengumpulkan dan menganalisis intelijen serta mampu mengambil keputusan yang tepat untuk memperkuat pertahanan nasional. Menurutnya, penguatan kemampuan intelijen penting agar Jepang dapat mencegah krisis dan melindungi keselamatan masyarakat serta kepentingan nasional.
Goto Yuichi dari oposisi Centrist Reform Alliance mempertanyakan apakah badan yang diusulkan itu akan dapat mengakses informasi milik individu, perusahaan swasta, atau organisasi. Ia mengatakan hal tersebut dapat memicu kekhawatiran terkait privasi dan rahasia dagang.
Menanggapi hal itu, Takaichi mengatakan badan intelijen yang diusulkan hanya akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam pengumpulan informasi yang dinilai perlu untuk kebijakan penting pemerintah, seperti keamanan, penanggulangan terorisme, dan respons keadaan darurat. Ia menegaskan badan itu tidak akan memberi perintah di luar kerangka tersebut dan tidak akan melanggar privasi masyarakat secara tidak perlu.
Ia menambahkan badan itu akan beroperasi dengan pertimbangan yang semestinya, tidak akan diberi kewenangan intelijen baru, dan kepala badan tersebut diharapkan bekerja sama dengan pejabat tertinggi organisasi intelijen negara lain.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-04-02T12:52:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.
