Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Jumlah Bunuh Diri Pelajar Sekolah di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi pada 2025, Sementara Total Bunuh Diri Menyentuh Rekor Terendah

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang merilis angka final bunuh diri 2025. Di kalangan pelajar sekolah, jumlah kasus mencapai rekor tertinggi, sementara total bunuh diri nasional turun ke level terendah sejak pencatatan dimulai.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Ilustrasi siswa sekolah di Jepang bersama data statistik bunuh diri nasional.

Visual Utama

Jumlah Bunuh Diri Pelajar Sekolah di Jepang Mencapai Rekor Tertinggi pada 2025, Sementara Total Bunuh Diri Menyentuh Rekor Terendah

Tutup
Ilustrasi siswa sekolah di Jepang bersama data statistik bunuh diri nasional.

Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang merilis data final bunuh diri 2025 menurut kelompok usia sekolah. Tercatat 356 siswa sekolah menengah atas, 172 siswa sekolah menengah pertama, dan 10 siswa sekolah dasar mengakhiri hidup mereka pada tahun itu.

Jumlah tersebut membuat kasus bunuh diri di kalangan pelajar sekolah mencapai rekor tertinggi sejak data pembanding tersedia pada 1980.

Untuk siswi sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, kasus terus meningkat sejak lonjakan mendadak pada 2020. Catatan, ucapan, dan perilaku sebelum kematian juga menunjukkan bahwa masalah kesehatan seperti depresi semakin sering muncul sebagai faktor penyebab.

Pemerintah menyatakan akan mempertimbangkan pendekatan baru, termasuk sesi konseling berbantuan AI, untuk menekan peningkatan angka di kelompok usia tersebut. Secara keseluruhan, total bunuh diri tahun lalu mencapai 19.188, turun 1.132 dibandingkan tahun sebelumnya dan berada di bawah 20.000 untuk pertama kalinya sejak pencatatan dimulai pada 1978.

Dari faktor yang tercatat, masalah kesehatan masih menyumbang porsi terbesar, tetapi belakangan cenderung menurun. Sebaliknya, persoalan ekonomi dan penghidupan, termasuk kesulitan keuangan dan utang yang menumpuk, meningkat sejak metode perhitungan saat ini diterapkan pada 2022 dan semakin sering muncul dalam kasus orang berusia 20-an.

Pejabat kementerian mengatakan bunuh diri yang dipicu persoalan penghidupan memang menurun dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, mereka menilai tren kenaikan sejak 2022 perlu dipantau ketat, dan bantuan bagi orang yang menghadapi kesulitan keuangan harus terus dijalankan karena faktor penyebab bunuh diri beragam dan kompleks.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-03-27T07:40:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Video Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.