Menhan Koizumi Bantah Tudingan 'Militerisme Baru' terhadap Jepang
Menteri Pertahanan Koizumi Shinjiro menegaskan transparansi penguatan pertahanan Jepang dan menyayangkan absennya Menhan Tiongkok dalam Dialog Shangri-La.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Menhan Koizumi Bantah Tudingan 'Militerisme Baru' terhadap Jepang
Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro menegaskan kembali bahwa upaya Jepang untuk memperkuat kemampuan pertahanannya dilakukan dengan transparansi yang tinggi. Hal ini disampaikan Koizumi dalam pidatonya di konferensi keamanan global Dialog Shangri-La di Singapura, Minggu.
Ia menjelaskan langkah-langkah peningkatan kemampuan pertahanan serta revisi kerangka kerja transfer peralatan dan teknologi pertahanan di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Takaichi Sanae. Menurutnya, upaya ini bertujuan untuk berkontribusi pada perdamaian dan stabilitas di kawasan yang bebas dan terbuka.
Menanggapi kritik Tiongkok yang menyebut langkah tersebut sebagai "militerisme baru", Koizumi memberikan bantahan tegas. Ia membandingkan posisi Jepang dengan negara lain yang memiliki persenjataan nuklir dan pesawat pengebom strategis dalam jumlah besar."Jepang tidak memiliki satu pun senjata tersebut, namun tetap dilabeli 'militerisme baru'. Bukankah itu aneh?" ujar Koizumi.
Meskipun kecewa karena tidak dapat melakukan pertemuan bilateral akibat absennya Menteri Pertahanan Tiongkok, ia tetap berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan Beijing.
Di sela forum tersebut, Koizumi juga bertemu dengan Menhan Filipina Gilberto Teodoro untuk mempererat kerja sama. Keduanya membahas rencana transfer kapal perusak kelas Abukuma milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang akan segera dipensiunkan untuk dihibahkan ke Filipina.
Teodoro mengungkapkan bahwa Filipina dan Jepang berbagi kekhawatiran yang sama atas ekspansi agresif Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan dan Timur. Menurutnya, pandangan ini tidak hanya dimiliki oleh kedua negara, tetapi juga oleh banyak negara lain di kawasan tersebut.
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-05-31T09:20:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Versi Berita.Jepang.org
- Peran
- Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
- Pembaruan
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.

