Jumlah Anak Asing Meningkat di Lebih dari Separuh Wilayah Administratif Jepang sejak 2015
NHK menemukan jumlah anak asing usia 14 tahun ke bawah bertambah di 985 wilayah administratif Jepang sejak 2015, atau 56 persen dari total yang dianalisis. Pada saat yang sama, jumlah anak Jepang dalam kelompok usia yang sama turun 2,58 juta.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Visual Utama
Jumlah Anak Asing Meningkat di Lebih dari Separuh Wilayah Administratif Jepang sejak 2015
NHK menemukan bahwa jumlah anak asing yang terdaftar di pemerintah daerah Jepang meningkat di lebih dari 50 persen wilayah sejak 2015. NHK menganalisis perubahan jumlah anak usia 14 tahun ke bawah di lebih dari 1.700 wilayah administratif, termasuk 23 distrik di Tokyo, dengan memakai data Kementerian Dalam Negeri yang diambil dari Register Penduduk Dasar.
Dibandingkan 2015, jumlah anak Jepang dalam rentang usia itu turun 2,58 juta, sementara jumlah anak asing naik 117 ribu menjadi 299 ribu per 1 Januari tahun lalu. Kenaikan jumlah anak asing terjadi di 985 wilayah, atau 56 persen dari total wilayah yang dianalisis.
Di 45 persen dari wilayah yang mengalami kenaikan itu, jumlah anak asing bahkan lebih dari dua kali lipat.
Kota Osaka mencatat kenaikan 6.276 anak asing, disusul Yokohama 5.431, Distrik Edogawa di Tokyo 3.433, dan Nagoya 3.416. Wilayah dengan populasi kecil juga mengalami kenaikan cepat.
Di antara wilayah yang mencatat tambahan lebih dari 50 anak asing, Kota Hachimantai di Prefektur Iwate melonjak 84 kali lipat, Kota Itoman di Prefektur Okinawa lebih dari 15 kali lipat, Kota Fujikawaguchiko di Prefektur Yamanashi 11 kali lipat, dan Kota Kutchan di Hokkaido lebih dari 7 kali lipat.
Di Kota Yotsukaido dan Kashiwa di Prefektur Chiba serta Chofu di Tokyo, jumlah total anak justru meningkat karena kenaikan anak asing meski jumlah anak Jepang menurun. Di Kota Yotsukaido, jumlah anak Jepang turun 90 orang, sementara anak asing naik 395 orang, sehingga totalnya bertambah 305.
Profesor Yamawaki Keizo dari Universitas Meiji, pakar kebijakan bagi warga asing, memperkirakan jumlah anak asing akan terus meningkat. Ia mengatakan peningkatan pengajaran bahasa Jepang diperlukan untuk mendorong hidup berdampingan dan mencegah gesekan serta perpecahan.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-03-26T03:15:48.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Video Sumber
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.


