Indeks Nikkei 225 Catat Penurunan Terbesar Ketiga Akibat Lonjakan Harga Minyak
Bursa saham Tokyo merosot tajam seiring kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah. Indeks Nikkei 225 mencatatkan penurunan poin terbesar ketiga dalam sejarah.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Pasar saham Tokyo merosot tajam pada perdagangan hari Senin. Para investor bereaksi terhadap lonjakan harga minyak mentah di tengah kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat semakin mengganggu pasokan energi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Indeks acuan Nikkei 225 ditutup pada level 52.728, turun 2.892 poin atau sekitar 5,2 persen. Penurunan ini menandai jatuh terbesar ketiga dalam sejarah indeks tersebut berdasarkan jumlah poin.
Pada sesi perdagangan yang sama, indeks tersebut sempat anjlok lebih dari 4.200 poin atau 7,5 persen. Angka tersebut merupakan penurunan poin intraday terbesar kedua yang pernah tercatat dalam sejarah bursa saham Jepang.
Kekhawatiran pasar semakin menguat mengingat ketergantungan Jepang yang sangat tinggi pada impor energi. Dilaporkan bahwa semakin banyak fasilitas terkait energi di Timur Tengah yang mengalami kerusakan akibat eskalasi konflik.
Situasi permusuhan di wilayah tersebut juga menghambat kapal-kapal tanker minyak untuk melewati Selat Hormuz, jalur perairan paling krusial bagi distribusi ekspor minyak dunia.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-03-09T08:08:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / BIZTCH
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.