Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Jepang dan AS Serukan Pelibatan Rusia Serta China dalam Pengendalian Senjata

Pejabat senior Jepang dan Amerika Serikat menekankan pentingnya dialog multilateral untuk pengendalian senjata nuklir menyusul berakhirnya perjanjian New START antara AS dan Rusia.

NHK WORLD1 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Politik22 Feb 2026

Pejabat senior urusan luar negeri dan pertahanan dari Jepang dan Amerika Serikat bertemu di Washington pada Rabu untuk membahas upaya penguatan kemampuan penangkalan serta respons kedua negara. Pertemuan ini menyoroti pentingnya stabilitas keamanan di tengah dinamika global saat ini.

Dalam Dialog Penangkalan yang Diperluas (Extended Deterrence Dialogue), delegasi AS menyatakan perlunya pembicaraan multilateral mengenai pengendalian senjata setelah perjanjian nuklir New START dengan Rusia berakhir pada 5 Februari. Delegasi Jepang mendukung rencana tersebut dan menekankan pentingnya melibatkan Rusia serta China dalam diskusi di masa depan.

Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai kemajuan program nuklir dan rudal Korea Utara. Mereka menyepakati bahwa postur dan kebijakan nuklir Amerika Serikat memainkan peran krusial dalam mencegah serta menanggapi potensi agresi di kawasan tersebut jika diperlukan.

Versi Berita.Jepang.org: Sabtu, 18 April 2026 pukul 03.24 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-02-22T13:18:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / WORLD
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.