Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

PM Takaichi Siap Temui Kim Jong Un Terkait Isu Penculikan Warga Jepang

Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae menyatakan kesiapannya untuk berdialog langsung dengan pemimpin Korea Utara guna mencari terobosan dalam isu penculikan warga Jepang. Pihak keluarga korban menaruh harapan besar pada stabilitas pemerintahan baru untuk memulai negosiasi resmi.

NHK WORLD2 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Politik16 Feb 2026

Perdana Menteri Jepang Takaichi Sanae menyatakan kesediaannya untuk mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un demi mencari terobosan atas isu warga Jepang yang diculik oleh negara itu. Pada Senin, Takaichi bertemu dengan perwakilan keluarga warga Jepang yang diculik Korea Utara di Kantor Perdana Menteri.

Hadir di antaranya ketua kelompok keluarga korban, Yokota Takuya—adik dari Yokota Megumi yang diculik saat berusia 13 tahun—serta ibu mereka, Sakie. Kelompok tersebut menyerahkan dokumen rencana kegiatan masa depan mereka kepada Perdana Menteri.

Dalam rencana tersebut, pihak keluarga menyatakan tidak keberatan jika sanksi Jepang terhadap Korea Utara dicabut, asalkan seluruh korban penculikan dipulangkan selagi generasi orang tua mereka masih hidup. Takaichi menanggapi bahwa ia memahami sulitnya keputusan yang harus diambil kelompok tersebut dalam menetapkan sikap ini.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian isu penculikan ini adalah misi yang harus ia emban. Takaichi juga menyatakan kesiapan mentalnya untuk berdialog langsung dengan pemimpin Korea Utara agar kedua negara dapat membangun masa depan yang damai dan makmur.

Ia menambahkan bahwa Jepang akan menempuh setiap langkah yang memungkinkan untuk mencapai terobosan yang membuahkan hasil konkret.

Yokota Takuya menyampaikan bahwa dari sudut pandang Korea Utara, hasil pemilihan Majelis Rendah terbaru membuat peta politik Jepang tampak stabil dan terpercaya untuk bernegosiasi. Ia mendesak Takaichi mewujudkan langkah politik yang berujung pada kembalinya seluruh korban penculikan.

Sementara itu, Yokota Sakie meminta Takaichi menggunakan wewenangnya agar para korban bisa segera dibebaskan.

Keluarga korban menyatakan kepercayaan mereka kepada Takaichi setelah pertemuan tersebut. Yokota Takuya merasa Takaichi memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan isu ini dengan segera, dan mereka menaruh harapan besar kepadanya.

Ia mencatat bahwa dengan kemenangan telak koalisi pemerintah dalam pemilu Majelis Rendah bulan ini, ia memperkirakan Korea Utara akan memandang pemerintah Jepang sebagai mitra negosiasi yang stabil. Ia menambahkan bahwa keluarga korban ingin memberikan kepercayaan penuh kepada Takaichi.

Yokota Sakie yang bulan ini genap berusia 90 tahun memberi tahu wartawan bahwa menjadi orang tua dari korban penculikan adalah nasib yang bisa menimpa siapa saja.

Ia menyatakan bahwa anggota kelompok akan melakukan apa pun yang mereka bisa dan tetap menaruh kepercayaan kepada pemerintah yang telah berkomitmen penuh untuk memulangkan para korban penculikan.

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-02-16T09:15:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Versi Berita.Jepang.org

Peran
Kurasi, terjemahan, dan penyuntingan naskah.
Pembaruan

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

takaichi sanaekim jong unpenculikan warga jepangkorea utarayokota megumipolitik jepang

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.