Lewati ke konten utama
Berita.Jepang.org

Peringatan Salju Lebat Meluas di Sepanjang Pesisir Laut Jepang

Otoritas Jepang mengeluarkan peringatan salju lebat untuk wilayah Tottori, Fukui, dan Kyoto menyusul cuaca ekstrem yang telah menyebabkan 46 orang meninggal dunia. Badan Meteorologi memperkirakan puncak penumpukan salju akan berlangsung hingga Minggu malam.

NHK WORLD2 mnt

Bagikan Artikel

Visual Tidak DisediakanNHK WORLD

Tanpa Visual Pendamping

Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual

Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.

Lingkungan & Iklim8 Feb 2026

Tumpukan salju meningkat dengan cepat di sepanjang pesisir Laut Jepang. Peringatan salju lebat telah dikeluarkan untuk prefektur Tottori, Fukui, dan Kyoto, seiring dengan pola tekanan musim dingin kuat yang terus membawa salju lebat ke sebagian besar wilayah Jepang.

Hingga pukul 11.00 Minggu, wilayah Miyama di Kota Nantan, Kyoto, mencatat curah salju setebal 35 sentimeter hanya dalam waktu enam jam. Otoritas pun mengeluarkan peringatan untuk Nantan dan Kyotamba.

Sementara itu, Kota Obama di Fukui mencatat 29 sentimeter salju hingga pukul 09.00 pagi.

Kota Tottori juga berada dalam status waspada setelah mencatat curah salju 37 sentimeter dalam enam jam hingga pukul 08.00, yang merupakan rekor tertinggi bagi kota tersebut sejak pencatatan dimulai.

Hingga Minggu siang, tumpukan salju di Kota Tottori mencapai total 52 sentimeter, melonjak drastis dari hanya 4 sentimeter pada malam sebelumnya. Di wilayah lain, kedalaman salju dilaporkan mencapai 1,62 meter di Kota Joetsu, Prefektur Niigata, dan 1,33 meter di Kota Aomori.

Dampak salju juga meluas hingga wilayah dataran rendah di Kanto selatan yang biasanya jarang terpapar. Di pusat kota Tokyo, salju sempat menumpuk hingga ketebalan 5 sentimeter.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperkirakan puncak salju lebat di pesisir Laut Jepang akan berlangsung hingga Minggu malam. JMA memperingatkan adanya fenomena zona konvergensi massa udara kutub yang dapat memicu penumpukan salju sangat cepat dalam waktu singkat, terutama di wilayah Sanin dan Kinki utara.

Kondisi berangin kencang juga diprediksi melanda Jepang bagian barat, dengan tiupan angin yang sangat kuat di wilayah Tohoku dan Kyushu utara.

Warga diimbau untuk waspada terhadap gangguan transportasi, badai salju, risiko longsoran, serta potensi pemadaman listrik akibat beban salju pada kabel daya. Otoritas juga mengingatkan bahaya jatuhnya gumpalan salju dari atap bangunan.

Hingga Minggu pagi, Badan Pemadam Kebakaran Jepang melaporkan bahwa rentetan cuaca ekstrem yang dimulai sejak 20 Januari ini telah mengakibatkan 46 orang meninggal dunia dan 543 orang lainnya mengalami luka-luka di seluruh penjuru negeri.

Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB

Sumber Berita

Penerbit
NHK WORLD
Tanggal Sumber
Catatan Sumber
2026-02-08T01:25:00.000Z
Jejak Sumber
NHK WORLD / News / JAPAN
Pranala Sumber

Dengarkan Artikel

Putar versi audio langsung dari browser Anda.

Menyiapkan audio browser...

Kata Kunci

Jejak Topik

Komentar Pembaca

Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.