Waspada Salju Lebat di Pesisir Laut Jepang Akhir Pekan Ini, Korban Jiwa Capai 42 Orang
Petugas cuaca Jepang memperingatkan potensi hujan salju lebat di wilayah pesisir Laut Jepang akhir pekan ini, sementara jumlah korban jiwa akibat cuaca ekstrem sejak Januari kini mencapai 42 orang.
Tanpa Visual Pendamping
Naskah Ini Tiba Tanpa Dokumentasi Visual
Sumber memuat naskah tanpa gambar pendamping yang layak tayang. Kami mempertahankan ruang ini sebagai penanda editorial, bukan sebagai bidang kosong.
Petugas cuaca Jepang memperingatkan potensi hujan salju lebat di sepanjang pesisir Laut Jepang dan wilayah lainnya pada akhir pekan ini. Sejumlah lokasi dilaporkan telah mengalami penumpukan salju tebal dalam beberapa hari terakhir.
Osada Eiji dari Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa sebagian wilayah Jepang utara hingga barat mencatat rekor akumulasi salju tertinggi, dengan kemungkinan penumpukan yang akan terus bertambah.
Dampak salju lebat mulai mengganggu aktivitas warga. Di Kota Aomori, Jepang utara, kemacetan sepanjang lebih dari 500 meter terjadi pada jam berangkat kerja Kamis pagi.
Seorang warga mengaku tidak menyangka kondisi akan separah itu hingga terpaksa datang terlambat ke kantor.
Kondisi jalan diperparah oleh kenaikan suhu yang menyebabkan salju mencair dan permukaan jalan menjadi buruk. Seorang warga di Aomori mengeluhkan mobilnya yang tertahan sejak Minggu lalu, sehingga ia tidak bisa mengunjungi ibunya yang berusia 90 tahun di dekat rumahnya.
Kecelakaan saat proses pembersihan salju juga meningkat. Seorang pria berusia 60-an ditemukan tewas tertimbun salju di Kota Odate, Prefektur Akita, pada Kamis kemarin.
Korban sebelumnya terlihat mencoba membersihkan salju dari atap rumah seorang diri dengan menggunakan tongkat.
Hingga saat ini, sedikitnya 42 orang dilaporkan meninggal dunia di seluruh Jepang sejak 20 Januari akibat cuaca musim dingin yang ekstrem. Di Kota Nagaoka, Prefektur Niigata, pemerintah setempat membangun 'terowongan salju' untuk membantu akses warga dari pintu rumah menuju jalan raya.
Struktur terowongan tersebut dirancang untuk menahan beban salju setebal 4 meter. Warga setempat merasa sangat terbantu mengingat rekor hujan salju yang sangat tinggi pada tahun ini.
Badai salju juga melanda wilayah Hokkaido yang menyebabkan jarak pandang sangat terbatas atau 'whiteout'. Selain itu, salju diprediksi akan turun di wilayah sisi Pasifik yang biasanya jarang bersalju, termasuk 23 distrik di Tokyo dan Kanto selatan.
Operator kereta api East Japan Railway memperingatkan kemungkinan penangguhan layanan atau keterlambatan besar di wilayah Tokyo Raya. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan transportasi terbaru.
Data Badan Pemadam Kebakaran dan Manajemen Bencana Jepang menunjukkan sebaran korban jiwa: 15 orang di Prefektur Niigata, 8 di Akita, masing-masing 5 di Aomori dan Yamagata, serta 4 di Hokkaido. Prefektur Iwate, Fukui, Nagano, Kyoto, dan Shimane masing-masing melaporkan satu kasus kematian.
Secara keseluruhan, tercatat 444 orang mengalami luka berat maupun ringan. Mayoritas kasus kematian disebabkan oleh kecelakaan saat membersihkan salju atau serangan penyakit mendadak di tengah cuaca dingin.
Versi Berita.Jepang.org: Jumat, 17 April 2026 pukul 02.51 WIB
Sumber Berita
- Penerbit
- NHK WORLD
- Tanggal Sumber
- Catatan Sumber
- 2026-02-06T04:30:00.000Z
- Jejak Sumber
- NHK WORLD / News / JAPAN
Dengarkan Artikel
Putar versi audio langsung dari browser Anda.
Menyiapkan audio browser...
Kata Kunci
Jejak Topik
Komentar Pembaca
Ruang diskusi ini terbuka untuk tanggapan, koreksi, dan pembacaan lanjutan dari pembaca.